Serap Pekerja Seribu Orang, BKPM Permudah Izin Investasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal mempermudah layanan perizinan investasi di atas Rp 100 miliar dan atau menyerap tenaga kerja minimal seribu orang. Investor dapat memanfaatkan layanan izin investasi 3 jam dengan menyiapkan pedamping investor (priority investment officer) untuk membantu investor.

    Pemilik modal dapat langsung membawa data diri seperti paspor atau akta perusahaan asing dan alur aktivitas produksi perusahaan. Investor dapat langsung datang ke BKPM dengan membawa syarat, kemudian mengambil nomor antrean dan ditemui oleh Direktur Pelayanan BKPM.

    “Investor dapat menunggu di lounge layangan 3 jam yang telah disiapkan. Nantinya pendamping investor yang akan mengurus seluruh berkas dan memberikannya kepada investor setelah selesai semuanya,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani, di Jakarta, Senin, 11 Januari 2016.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkesempatan membuka layanan izin investasi 3 jam. Layanan itu diadakan untuk mendorong investasi padat karya. Layanan izin investasi 3 jam, imbuhnya, terkait dengan penyederhanaan lama waktu yang diperlukan untuk mengurus 8 produk perizinan ditambah satu surat booking tanah.

    Keseluruhan pengurusan izin tersebut dulunya membutuhkan waktu 23 hari. “Dari hitungan BKPM dibutuhkan waktu 23 hari lebih, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk akta pendirian dan SK Kumham dan kini hanya dibutuhkan 3 jam,” kata Kalla.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.