IHSG Diperkirakan Masih Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan hari ini IHSG berpotensi kembali menguat seiring mulai meningkatnya aksi beli yang memanfaatkan pelemahan IHSG minggu lalu. Menurut Reza, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.495-4.528 dan resisten 4.561-4.570.

    "Mulai adanya aksi beli mencoba mempertahankan laju IHSG dari penurunannya. Meski laju bursa saham global dalam tren bearish, namun diharapkan dapat mereda sehingga mampu membantu laju IHSG dapat melanjutkan potensi kenaikannnya," kata Reza dalam siaran tertulisnya, Senin, 11 Januari 2016.

    Sejak perdagangan bursa kembali dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada awal Januari lalu, IHSG terus bergerak di zona merah, namun mengejutkan pada penutupan perdagangan Jumat lalu IHSG berhasil menguat 15,84 poin atau 0,35 persen di level 4.546,29.

    Menurut Reza, hal itu merupakan akibat dari pelaku pasar yang meningkatkan volume belinya dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya. Saham-saham big caps terutama konsumer pun kembali diburu pelaku pasar sehingga mampu membuat indeks konsumer mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya, diikuti sektor aneka industri dan keuangan.

    Meski demikian, kata Reza pelaku pasar harus berhati-hati karena dikhawatirkan kenaikan laju IHSG ini hanya terjadi sementara. "Sering belum confirm-nya penguatan di sejumlah laju bursa saham global, perlu berhati-hati. Tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," ujar Reza.

    Di akhir penutupan IHSG kemarin, transaksi asing kembali melakukan aksi jual, dan Rupiah kembali terapresiasi. Asing kembali berjualan (dari net sell Rp 461,81 miliar menjadi net sell Rp 697,17 miliar).

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.