Wall Street Yakin Saham Apple Bakal Bangkit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO, New York - Apple Inc atau AAPL mengalami penurunan omset senilai US$ 50 miliar dalam empat hari pertama tahun ini. Namun, pialang Wall Street yakin saham Apple akan bangkit kembali.

    Reuters melansir pada Jumat, 8 Januari 2016, di saat beberapa broker mengurangi target harga mereka sebagai tanggapan atas laporan lambatnya pengiriman iPhone 6S dan 6S Plus, mereka didukung sebagian besar rekomendasi optimis.

    Dari enam broker yang paling gencar menurunkan target mereka pada Jumat itu adalah Cowen and Co, yang memotong target harga menjadi US$ 125. Tetap saja itu hampir mendekati lebih dari 30 persen saham yang diperdagangkan pada Jumat.

    Saham Apple naik 2,2 persen di siang hari di angka US$ 98,58, kenaikkan itu berlangsung selama 3 hari beruntun. Target harga rata-rata US$ 145 panggilan untuk peningkatan 50 persen dalam harga saham.

    "Kami terus melihat kelembutan jangka pendek dalam unit iPhone sebagai hasil perbandingan daripada perubahan tingkat pertumbuhan sekuler," kata analis BMO Capital Markets dalam catatannya. Broker memangkas target harga di saham dari US$142 ke US$ 133

    Namun demikian, Cina tetap menjadi perhatian karena Apple menganggap Cina sebagai salah satu pasar terbesar dan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.

    "Saya pikir mereka telah melihat beberapa perlambatan berkelanjutan di Cina," kata Cowen, analis Timothy Arcuri.

    Cowen adalah satu dari tiga broker yang menurunkan estimasi pengiriman iPhone.
    Analis kini berharap Apple meningkatkan pendapatan tahun ini rata-rata 4 persen. Ini jauh dari pencapaian tahun fiskal 2015 yang ditutup pada September, dengan pendapatan total meningkat 28 persen.

    Namun, lebih dari 80 persen analis merekomendasikan untuk membeli saham.
    Mengiring sikap optimis karena diluncurkannya iPhone 7 yang diharapkan pada semester kedua tahun ini.

    "Kami terus melihat resiko atau imbalan atas AAPL seperti kita mengantisipasi pertumbuhan siklus iPhone 7, yang harus mendorong apresiasi saham sampai 2016," tulis analis Pacific Crest Securities dalam catatannya.

    Pialang mengatakan bahwa pengguna iPhone lama yang upgrade ke iPhone 7 bisa meningkatkan penjualan sebesar 40 juta unit pada 2017.

    REUTERS | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.