2016, Bank Riau Kepri Patok Pertumbuhan Kredit 14 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah di mesin ATM sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta (17/8). Suku bunga simpanan perbankan (deposito) sudah menurun sekitar 188 basis point, sementara penurunan suku bunga kredit terbatas sekitar 24 basis point. Tempo/Arif Fadillah

    Nasabah di mesin ATM sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta (17/8). Suku bunga simpanan perbankan (deposito) sudah menurun sekitar 188 basis point, sementara penurunan suku bunga kredit terbatas sekitar 24 basis point. Tempo/Arif Fadillah

    TEMPO.COJakarta - PT Bank Riau Kepri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 14 persen sepanjang 2016 atau sama dengan pertumbuhan kredit bank daerah itu sepanjang 2015.

    Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan pihaknya optimistis penyaluran kredit selama 2016 akan tumbuh baik, sehingga menargetkan porsi pertumbuhan sama, yaitu 14 persen. “Kami targetkan kredit tumbuh 14 persen sepanjang 2016 ini. Untuk mencapai itu, kami sudah siapkan beberapa produk kredit baru yang berfokus pada nasabah sektor UMKM,” katanya kepada Bisnis, Kamis, 7 Januari 2016.

    Dipilihnya sektor UMKM sebagai target penyaluran kredit bank daerah ini, kata Irvandi, disesuaikan dengan program pemerintah daerah di Riau dan Kepulauan Riau yang memang ingin mendorong pertumbuhan usaha skala kecil. Produk kredit baru yang disiapkan itu di antaranya Kredit Usaha Produktif atau KUP yang diberikan kepada pedagang skala mikro di pasar atau suatu wilayah. Lewat program kredit ini, penerima pinjaman bisa mendapatkan dana hanya dengan mengajukan usaha tersebut sebagai agunan kredit.

    Produk kredit lainnya yang disiapkan Bank Riau Kepri adalah Kredit Badan Layanan Umum Daerah atau KBLUD. Program ini ditujukan bagi badan usaha daerah yang mengalami keterbatasan dana dalam operasional sehingga membutuhkan dukungan dana kredit.

    Adapun sepanjang 2015, Bank Riau Kepri menyalurkan kredit senilai Rp 14 triliun atau tumbuh 14 persen dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp 12,3 triliun. Porsi penyaluran kredit masih didominasi sektor konsumtif dibandingkan produktif, yaitu 70:30.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!