Desember 2015 Kesejahteraan Petani Jatim Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi petani/sawah/padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    Ilustrasi petani/sawah/padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar petani di Provinsi Jawa Timur selama bulan terakhir tahun lalu melemah 0,41% ke level 106,13 dari 106,56 pada bulan sebelumnya.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M. Sairi Hasbullah menyatakan penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) tersebut disebabkan ada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih besar ketimbang indeks harga yang mereka terima (It).

    “Ib naik sebesar 1,17% sedangkan It hanya naik 0,76%,” ujarnya mengutip data NTP Jatim pada Desember 2015, Kamis (7 Januari 2016).

    Kendatipun terjadi penurunan NTP secara bulanan tetapi perolehannya secara year on year tetap bertumbuh. BPS melansir NTP Jawa Timur pada Desember dua tahun silam sebesar 104,41 atau meningkat 1,65% terhadap penghujung tahun lalu.

    Angka tersebut terdorong It tumbuh melampaui Ib. Indeks harga yang diterima petani tercatat 5,82% sedangkan yang mereka bayarkan hanya 4,10%. “Indeks harga yang diterima petani ini menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang mereka hasilkan,” tutur Sairi.

    Apabila ditilik dari perkembangan masing-masing subsektor, BPS menemukan ada dua subsektor yang NTP-nya naik pada Desember 2015 terhadap November. Sairi menyebutkan yang dimaksud adalah subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat.

    Perinciannya untuk nilai tukar para petani di subsektor hortikultura naik 0,55% menjadi 103,92 dari 103,36. Sementara subsektor tanaman perkebunan rakyat peningkatannya 0,46% ke level 100,78 dari 100,32.

    Sementara itu subsektor yang mengalami penurunan NTP, imbuh Sairi, ada tiga subsektor. Mereka adalah subsektor peternakan susut 1,27% jadi 111,35, subsektor perikanan melemah 1,17% ke level 105,14, dan subsektor tanaman pangan turun 0,49% jadi 105,26.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.