Situs Ini Sebut Lion Air Jadi Maskapai Paling Buruk di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lion Air. TEMPO/Ifa Nahdi

    Lion Air. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, New York - AirlineRatings.com, sebuah situs internet berpengaruh yang secara rutin melakukan pemeringkatan maskapai penerbangan sedunia, merilis daftar maskapai paling aman untuk 2016 ini.  

    Qantas, maskapai penerbangan dari Australia, menjadi nomor satu lagi, mengulangi prestasi mereka tahun lalu. Sejak 1951, Qantas memang tidak pernah mengalami kecelakaan fatal.

    Sistem pemeringkatan AirlineRatings.com  mempertimbangkan sejumlah faktor seperti hasil audit dari otoritas aviasi nasional, pemerintah, asosiasi penerbangan dan rekam jejak kecelakaan maskapai tersebut.

    SIMAK:  Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

    Tahun ini, AirlineRatings.com melakukan survei atas 448 maskapai sedunia. Ada 137 maskapai yang memperoleh ranking tertinggi karena mendapat tujuh bintang. Sekitar 50 maskapai mendapat tiga bintang atau kurang dari itu.

    Ada 10 maskapai yang bintangnya terendah alias punya rekam jejak keamanan terburuk. Maskapai itu adalah Batik Air, Bluewing Airlines, Citilink, Kal-Star Aviation, Lion Air, Sriwijaya Air, TransNusa, Trigana Air Service, Wings Air and Xpress Air. Mereka berasal dari Indonesia, Nepal dan Suriname.

    Sepanjang 2015, menurut data Aviation-Safety.net, di dunia terjadi 16 kecelakaan pesawat terbang dengan 560 korban. Angka ini di bawah rata-rata kecelakaan 10 tahun terakhir dan lebih baik dari 2014 ketika ada 21 kecelakaan.

    SIMAK:  Ditemukan Alat Pembobol Bagasi di Lambung Pesawat Lion Air

    "Semua maskapai penerbangan di dunia mengangkut 3,6 miliar penumpang dengan 29 juta penerbangan sepanjang 2015," demikian rilis AirlineRatings.com.  Ini merupakan perkembangan positif mengingat 50 tahun lalu, ada 87 kecelakaan setiap tahun dengan 1.497 orang tewas. Total tahun itu, penumpang pesawat hanya 141 juta orang.

    Hingga berita ini diturunkan, Lion Air belum bisa dimintai tanggapan soal pemeringkatan ini.

    CNN, AIRLINERATINGS.COM | WAHYU
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.