IHSG Ditutup Turun 78,53 Poin ke Posisi 4.530,44

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7 Januari 2016), ditutup melemah sebesar 78,53 poin akibat sentimen negatif eksternal terutama dari Tiongkok.

    IHSG turun 78,53 poin atau 1,70 persen ke posisi 4.530,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 16,33 poin (2,04 persen) menjadi 785,79.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi, di Jakarta, Kamis (7 januari 2016), mengatakan, bursa Asia ditutup melanjutkan pelemahannya menyusul sentimen dari pemerintah Tiongkok yang melakukan intervensi terhadap mata uang yuan.
    Situasi itu memperburuk kekawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar kedua itu.

    "IHSG pun mengikuti pergerakan bursa Asia. Investor domestik cenderung memperhatikan sentimen eksternal terutama dari Asia," katanya.

    Di sisi lain, lanjut dia, investor juga mendapat sentimen negatif dari Bank Dunia yang kembali memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di angka 2,9 persen dari 3,3 persen.

    "Minimnya sentimen positif, ikut mendorong investor asing melakukan aksi lepas saham sebesar Rp461,805 miliar yang merupakan net sell pertama di tahun 2016 ini," katanya.

    Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, walaupun IHSG BEI terimbas aksi jual oleh pelaku pasar akibat penurunan bursa saham regional, namun level psikologis batas bawah 4.500 poin masih dapat dipertahankan.

    "Sebagian pelaku pasar masih melakukan aksi beli saham secara selektif pada saham-saham berkapitalisasi dan lapis dua sehingga tekanan indeks BEI tidak lebih dalam. Secara teknikal, pelemahan indeks BEI membentuk pattern upward retracement untuk bergerak rebound," katanya.

    Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 186.379 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,45 miliar lembar senilai Rp3,62 triliun. Sebanyak 79 saham bergerak naik, 226 saham turun, dan tidak bergerak nilainya sebanyak 78 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 647,47 poin (3,09 persen) menjadi 20.333,34, indeks Nikkei melemah 423,98 poin (2,33 persen) ke level 17.767,34, dan Straits Times melemah 73,80 poin (2,63 persen) ke posisi 2.730,47.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.