Pasar Properti Diperkirakan Baru Pulih pada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar properti Indonesia diyakini baru akan mulai pulih pada kuartal pertama 2017, meski sejumlah pengembang cukup optimis sudah ada indikasi perbaikan kondisi pasar properti  pada semester kedua 2016.

    Direktur Layanan Riset PT Colliers International  Ferry Salanto mengatakan pasar properti kemungkinan belum bergerak selama semester pertama 2016. Hal ini diindikasikan oleh proyeksi Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi semester pertama 2016 yang diperkirakan masih di bawah 5 persen.

    “Dampaknya tidak akan terasa secepat yang kita inginkan. Paling tidak sampai pertengahan 2016 masih akan flat, masih akan konsolidasi karena kondisi sekarang sudah di bawah sekali. Kita baru yakin di awal 2017,” katanya seperti dalam rilis pada hari ini, Kamis, 7 Januari 2016.

    Sejumlah paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah sejak kuartal III 2015 menurutnya belum benar-benar terasa dalam jangka pendek, meski punya arti signifikan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti secara jangka panjang.

    Sepanjang 2015, pemerintah juga beberapa kali mengeluarkan aturan yang kontraproduktif terhadap sektor properti, meski kemudian segera direvisi. Misalnya tentang larangan bagi PNS untuk menggelar rapat di hotel dan juga kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan tentang pembatasan masuknya tenaga kerja asing.

    Selain itu, kebijakan untuk mendorong ekpansi kawasan industri ke luar Jawa dan juga percepatan investasi infrastruktur pemerintah tahun ini juga diyakini akan membangkitkan kembali industri properti.

    Direktur Layanan Perkantoran PT Colliers International  Bagus Adikusumo mengatakan, industri properti sepanjang 2011 hingga 2014 menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Akan tetapi, situasi perekonomian 2015 yang menurun drastis menyebabkan terjadinya kelebihan suplai di pasar.

    Oleh karena itu, menurutnya meskipun terjadi peningkatan permintaan tahun ini, masih sulit diprediksi hal tersebut dapat mengimbangi kelebihan pasokan di pasar saat ini.

    “Kenaikan permintaan di kuartal pertama 2016 paling tidak bisa membantu rental yang sekarang menurun dan juga membantu terhadap koreksi harga jual properti,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.