DPR Desak Pemerintah Perkuat Industri Hadapi MEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi M.E.A. (Masyarakat Ekonomi Asean)/ Asean Economic Community. Moc.gov.kh

    Ilustrasi M.E.A. (Masyarakat Ekonomi Asean)/ Asean Economic Community. Moc.gov.kh

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyarankan agar pemerintah memperkuat sektor industri agar dapat bersaing dengan negara-negara yang bergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tanpa itu, menurut Agus, Indonesia tidak akan bisa memenangi persaingan tersebut. 

    "Sebab, saat ini, kita tidak boleh mengadakan halangan-halangan, tarif barrier, dan lain sebagainya. Dengan demikian, pemerintah harus betul-betul mengambil kebijakan yang strategis dalam sektor industri," kata Agus di Gedung Nusantara III DPR pada Kamis, 7 Januari 2016. 

    Agus mencontohkan, dalam industri makanan, banyak sekali produk makanan luar yang masuk ke Indonesia. Dia pun mengatakan pemerintah dapat memberlakukan syarat sertifikasi halal pada makanan-makanan impor tersebut untuk melindungi produk-produk dalam negeri.

    "Misalnya, semua makanan dari luar harus mencantumkan kandungan-kandungannya, misalnya gelatin. Kandungan-kandungan itu pun harus diuji di BPOM. Barrier ini harus kita berikan supaya masyarakat kita yang mayoritas muslim lebih nyaman," tuturnya. 

    Menurut politikus Partai Demokrat itu, persiapan pemerintah dalam menyambut MEA belum maksimal. "Saya agak worry, ke depan, banyak produk-produk kita yang belum mampu bersaing ketika produk negara lain membanjiri. Kita harus betul-betul menyiapkan MEA secara progresif," ucapnya. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...