Stabilisasi Harga, Bulog Targetkan 2.000 Rumah Pangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembako/TEMPO/Panca Syurkani

    Sembako/TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.COJakarta - Perusahaan Umum Bulog terus mengupayakan keberadaan Rumah Pangan dalam melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok. Bulog menargetkan ada 2.000 Rumah Pangan di 20 kota besar.

    "Saat ini sudah ada 160 Rumah Pangan di Jakarta," kata Direktur Komersial Perum Bulog Fadzri Sentosa di sela sidak operasi pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu, 6 Januari 2016. Untuk Jakarta saja, ditargetkan ada 1.000 Rumah Pangan.

    Menurut Fadzri, Rumah Pangan dilakukan melalui kerja sama dengan masyarakat. Ini dilakukan melalui kios-kios atau garasi kosong milik warga yang dimanfaatkan untuk menjual beras, gula, minyak goreng, dan daging.

    Dalam prakteknya, pemilik Rumah Pangan akan mendapat pasokan dari Bulog dengan harga subsidi. Mereka menjual dengan mengambil margin wajar dan harga di bawah harga pasar. "Contohnya daging dari Bulog Rp 86 ribu, mereka jual Rp 95 ribu," kata Fadzri.

    Untuk memastikan tidak ada penyimpangan, Bulog menerapkan kontrak dengan pemilik Rumah Pangan. Selain itu, Bulog melakukan monitoring ke Rumah-rumah Pangan.

    Dari 160 Rumah Pangan yang ada di Jakarta, Fadzri menganggap rata-rata nilai transaksinya lumayan. "Rata-rata per pekan order barang Rumah Pangan ke Bulog mencapai Rp 5 juta," ujar Fadzri.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.