Bank Asal Singapura Ini Tak Akan Masuk Sektor Kredit Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan uang dolar Amerika di `cash center` Bank Mandiri, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    Petugas menunjukkan uang dolar Amerika di `cash center` Bank Mandiri, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur DBSI Paulus Sutisna mengatakan meskipun Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) membuka kesempatan bagi bank swasta untuk menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun PT DBS Indonesia (DBSI) enggan bermain di sektor tersebut.

    Sekalipun DBSI punya target pasar di sektor yang menyangkut banyak orang seperti ritel dan korporasi, namun KUR bukanlah spesialisasi mereka. Ia menambahkan bahwa tahun ini pihaknya lebih fokus ke sektor otomotif, beberapa komoditas dan infrastruktur.

    "Saya pikir tiap bank punya fokus masing-masing. Kalau yang kecil-kecil seperti itu bukan spesialisasi kami. Kalaupun kami tetap bermain disitu kami tidak akan sukses. Lebih baik serahkan ke bank lain yang lebih ahli," ujarnya, Rabu (6 Januari 2016).

    Kemarin, Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM Braman Setyo menyatakan bahwa selain 3 bank negara (BNI, BRI, Mandiri) dan 2 bank swasta (Maybank, Sinarmas), bank lain juga punya kesempatan untuk menyalurkan KUR. Namun KUR yang disalurkan khusus hanya untuk TKI.

    "Persayaratannya NPL usaha mikro dan kecil dibawah 5% dan portofolio kredit usaha mikro kecil di atas 5%," tutur Braman.

    Tahun ini pemerintah melalui Kemenkop UKM mengucurkan dana Rp100 triliun dengan suku bunga 9% efektif per tahun atau dengan suku bunga flat yang setara. KUR ditujukan untuk 3 sektor yakni mikro, ritel dan penempatan TKI.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.