Bayar Utang, XL Axiata Jual Menara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memanjat menara untuk melakukan perawatan di Base Transceiver Station XL di kawasan Cakranegara, Mataram, NTB, 4 Juli 2015. Saat ini XL telah siap dengan ekosistem 4G LTE yang akan mempermudah pelanggan dan masyakarat mengakses internet kecepatan tinggi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Teknisi memanjat menara untuk melakukan perawatan di Base Transceiver Station XL di kawasan Cakranegara, Mataram, NTB, 4 Juli 2015. Saat ini XL telah siap dengan ekosistem 4G LTE yang akan mempermudah pelanggan dan masyakarat mengakses internet kecepatan tinggi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - PT XL Axiata Tbk berencana menjual menara telekomunikasi milik perseroan. Tujuan penjualan itu adalah membayar sebagian utang perusahaan yang akan jatuh tempo.

    Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 6 Januari 2016, penjualan menara telekomunikasi tersebut akan dilakukan melalui proses lelang pada Januari 2016. Dari keterangan itu, direksi perseroan akan menjalankan proses lelang secara terbuka yang terkait dengan rencana transaksi itu. Keputusan untuk melakukan lelang sendiri akan melewati persetujuan dewan komisaris.

    Vice President Corporate Communication Turina Farouk menyebutkan total menara yang akan dilelang sebanyak 2.500 unit. Menurut dia, langkah itu tidak akan mengganggu layanan terhadap konsumen. "Kami jamin layanan tetap reliable ke konsumen," ujarnya lewat pesan pendek.

    Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2015, utang emiten berkode EXCL itu mencapai Rp 19,78 triliun. Angka itu terdiri atas utang jangka pendek sebesar Rp 3,33 triliun dan jangka panjang Rp 16,38 triliun. Pada periode yang sama, XL Axiata mengalami kerugian sebesar Rp 506 miliar. Pada periode sebelumnya, rugi sempat menyentuh angka Rp 838 miliar.

    Kerugian itu, kata Turina, tidak lepas dari nilai tukar rupiah yang tergerus penguatan dolar AS. Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi, perseroan hanya mengantongi Rp74 miliar. Namun Turina belum bisa menyebutkan target pertumbuhan perusahaan memasuki tahun ini. 

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.