Menko Darmin: Berita Devaluasi Yuan Dibesar-besarkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan negara memang terpengaruh oleh perkembangan ekonomi Cina. Tapi, kata bekas Gubernur Bank Indonesia tersebut, Cina bukan faktor satu-satunya.

    "Bukan hanya Cina, banyak negara lain yang mempengaruhi," ujar dia di kantornya, Rabu, 6 Januari 2016. Perkembangan sesama negara berkembang, kata dia, juga turut mempengaruhi situasi perekonomian negara.

    Darmin berujar, devaluasi mata uang yang dilakukan Cina beberapa waktu lalu terkesan dibesar-besarkan. Terutama oleh media asing dari negara-negara Barat. Padahal, tutur dia, ekonomi Cina sekadar melambat, bukan memburuk.

    "Giliran yen sudah melemah 40 persen tak ada yang ribut, begitu juga pelemahan Brasil," katanya. Menurut Darmin, dalam setiap meneliti pelemahan ekonomi Indonesia, Jepang dan Brasil dipastikan menjadi salah satu faktor penyebabnya di luar Cina.

    ANDI RUSLI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!