IHSG Diperkirakan Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, memperkirakan hari ini indeks harga saham gabungan menguat. Dengan dukungan rendahnya kekhawatiran pasar global dan kawasan, aksi beli lanjutan diperkirakan berpeluang mendominasi perdagangan.

    "IHSG diperkirakan bergerak pada 4.525-4.590, berpeluang menguat," kata David dalam siaran tertulisnya pada Rabu, 6 Januari 2016.        

    Pada perdagangan kemarin, di luar dugaan, IHSG berhasil menguat di tengah masih tingginya risiko pasar saham kawasan dan global. IHSG, setelah sempat menyentuh level tertingginya di level 4.594, akhirnya tutup di angka 4.557,822, menguat 31,903 poin (0,7 persen). Saat bersamaan, indeks The MSCI Asia-Pacific turun 0,3 persen.

    Sentimen positif dari faktor domestik lebih mendominasi perdagangan ketimbang sentimen eksternal, menyusul penurunan harga sejumlah komponen biaya energi oleh pemerintah pada awal tahun ini, seperti turunnya harga bahan bakar minyak, tarif listrik, dan harga LPG.

    Penurunan sejumlah harga komponen energi ini akan mendorong daya beli masyarakat dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Sedangkan bursa saham global tadi malam berhasil rebound setelah mengalami tekanan jual pada hari sebelumnya menyusul langkah otoritas China melakukan intervensi di pasar sahamnya.

    Indeks Eurostoxx di zona Euro tadi malam menguat 0,42 persen di 3.178,01. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 0,06 persen dan 0,20 persen di 17.158,66 dan 2.016,71. Harga minyak mentah kembali turun 2 persen di US$ 35,97 per barel.

    Menurut David, fokus pasar global saat ini masih tertuju pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global, penurunan harga komoditas energi, dan langkah lanjutan kebijakan The Fed mengantisipasi perlambatan ekonomi yang tengah terjadi.
      
    DESTRIANITA K.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.