IHSG Diperkirakan Masih Bertahan di Zona Hijau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kala besama (kiri-kanan) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Ketua OJK Muliaman Hadad, Gubernur BI Agus Marto dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri keuangan non Bank Fidaus Djeailani saat hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, 30 Desember 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    Wakil Presiden Jusuf Kala besama (kiri-kanan) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Ketua OJK Muliaman Hadad, Gubernur BI Agus Marto dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri keuangan non Bank Fidaus Djeailani saat hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, 30 Desember 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memprediksi indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini berada pada rentang support 4.525-4.547 dan resisten 4.580-4.593.

    Reza menjelaskan, dengan adanya aksi beli yang cukup besar, IHSG dapat terdorong kembali naik dan mencoba bertahan dari tren penurunannya. "Jika pola ini masih dapat bertahan, laju IHSG pun dapat kembali menguat. Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," ucap Reza dalam siaran tertulisnya pada Rabu, 6 Januari 2016.

    Setelah tertekan oleh sentimen bursa global, kemarin pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung berada di zona hijau ke level 4.527,43. Hingga akhirnya IHSG berhasil menguat sebesar 31,903 poin atau 0,70 persen di angka 4.557,822 pada penutupan.

    Menurut pengamatan Reza, penguatan tersebut terjadi karena pelaku pasar kembali masuk dengan katalis positif yang bermunculan dari dalam negeri, seperti penurunan harga bahan bakar minyak yang lebih rendah daripada kebijakan pemerintah sebelumnya dan inflasi 2015 sebesar 3,35 persen atau terendah sejak pertengahan 2010 secara year-on-year.

    Tidak hanya itu, penurunan BBM juga kembali membuat pelaku pasar optimistis atau mendapatkan ruang lebih lebar untuk penurunan BI Rate pada pertengahan Januari ini. Namun IHSG yang melemah menjelang akhir sesi membuat tekanan jual lebih tinggi, terutama di saham big cap, sehingga penutupan yang terjadi membuat beberapa saham big cap menurun tapi diikuti volume yang menguat di beberapa sektor yang baru bergerak dari sideways, seperti konstruksi, pertanian, dan aneka industri.

    Selain itu, di akhir penutupan IHSG kemarin, transaksi asing masih melakukan aksi beli, tapi belum didukung oleh terapresiasinya rupiah. Asing kembali masuk dari net buy Rp 84,20 miliar menjadi Rp 72,91 miliar.

    DESTRIANITA K.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.