Harga BBM Turun, SPBU Kompak Kosongkan Premium  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pom beristirahat di SPBU Jalan Raya Nagrog, Kabupaten Bandung. (18/8). Premium dan pertamax habis di SPBU Kawasan Cicalengka sampai Nagrog akibat pasokan tersendat macet arus mudik. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petugas pom beristirahat di SPBU Jalan Raya Nagrog, Kabupaten Bandung. (18/8). Premium dan pertamax habis di SPBU Kawasan Cicalengka sampai Nagrog akibat pasokan tersendat macet arus mudik. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Kediri – Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata berdampak pada kekosongan stok Premium di sejumlah pompa bensin di Kediri. Sejumlah pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kediri kompak mengosongkan tangki Premium setelah harga BBM diturunkan kemarin.

    Hampir semua SPBU di Kota dan Kabupaten Kediri memasang plang pengumuman “BBM HABIS”. Kekosongan ini terjadi pada BBM jenis solar dan Premium yang memang paling banyak diburu masyarakat. Akibatnya, warga terpaksa membeli Pertamax yang harganya lebih mahal.

    Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah Kediri David T. Wahyudi mengatakan kekosongan BBM ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah menurunkan harga sejak 5 Januari 2016. Pemilik SPBU tak mau menebus delivery order (DO) ke Pertamina dengan dalih tak mau merugi akibat penurunan harga. “Padahal Pertamina sudah menyiapkan kompensasi atas penurunan ini,” ucap David, Rabu, 6 Januari 2016.

    David menjelaskan, pengusaha tak mau repot mengurus penebusan itu dan sengaja mengosongkan tangki. Padahal David memastikan mekanisme pemberian kompensasi atas penurunan harga dari Pertamina ke pengusaha sangat sederhana.

    Kesengajaan ini terpantau dari prosedur pengelolaan SPBU, yakni setiap pukul 00.00 WIB harus dilakukan penghitungan persediaan bahan bakar (stock opname). Dari penghitungan itu pula diketahui kebutuhan BBM hari berikutnya yang harus segera dipenuhi.

    Hal lain yang turut mempengaruhi kelangkaan BBM di Kediri adalah keterbatasan truk pengangkut dari Depo Pertamina Surabaya. Karena kekosongan terjadi di mana-mana, Pertamina Surabaya tak mampu memenuhi pasokan ke SPBU secara bersamaan. Hal itu menyebabkan terjadinya keterlambatan pasokan. Belum lagi sikap pengusaha SPBU yang cenderung mengurangi DO secara drastis pada situasi peralihan harga saat ini.

    Akibat kondisi ini, para pemilik kendaraan terpaksa membeli BBM jenis Pertamax yang harganya lebih mahal sebesar Rp 8.600 per liter. Ini sudah turun dibanding harga sebelumnya sebesar Rp 8.750 per liter. “Mau bagaimana lagi kalau Premium kosong,” kata Masyari, pemilik sepeda motor yang mengaku baru pertama kali ini membeli Pertamax di SPBU Lirboyo, Kediri.

    HARI TRI WASONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.