Bandara Juanda Bangun Terminal III dan Runway Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debu vulkanik Gunung Kelud tampak di depan Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya (14/2). Tempo/M. Syaraffa

    Debu vulkanik Gunung Kelud tampak di depan Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya (14/2). Tempo/M. Syaraffa

    TEMPO.COSurabaya - PT Angkasa Pura I akan melakukan perluasan Bandara Internasional Juanda dan pembangunan Terminal III sehingga bakal menjadi Kawasan Bandara Terpadu.

    "Di dalamnya terdapat kawasan bisnis, perdagangan, serta pergudangan," ungkap Presiden Direktur PT. Angkasa Pura I Wimbo Sulistyo Hardjito, di Gedung Negara Grahadi, Selasa, 5 Januari 2016.

    Wimbo menjelaskan akses dari dan menuju bandara juga akan dilengkapi dengan jalur kereta api. Terminal III nantinya juga diharapkan dapat menampung lebih-kurang 75 juta penumpang. "Ini untuk mengatasi overload Juanda setiap tahunnya," katanya.

    Selain membangun Terminal III, PT Angkasa Pura I akan menambah dua runway baru sehingga total ada tiga runway. "Ada tiga tahap pembangunan," kata Wimbo. Rencananya, pengembangan bandara ini akan melewati tiga tahap pembangunan. Tahap pertama berupa pengesahan masterplan, pembebasan lahan, reklamasi untuk runway 2, serta pembangunan runway 2.

    Tahap kedua berupa pengembangan Terminal I, reklamasi untuk runway 3, pembangunan runway 3, serta aksesibilitas dari tol dan terminal. Selanjutnya, pada tahap ketiga akan dilakukan pembangunan Terminal Ultimate dan infrastruktur penunjang airport city.

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap proyek ini bisa dimulai pada triwulan III tahun 2016. Karena itu, dia meminta proses rencana tata ruang dan wilayah serta izin penggunaan lahan terkait dengan perluasan Bandara Juanda segera diselesaikan. "Ini dananya sudah ada, jadi segera diselesaikan," katanya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.