IHSG BEI Ditutup Menguat Sebesar 31,90 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5 Januari 2015) ditutup rebound 31,90 poin menyusul harapan positif terhadap perekonomian Indonesia pada 2016 ini.

    IHSG BEI ditutup menguat sebesar 31,90 poin atau 0,70 persen ke posisi 4.557,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 7,41 poin (0,95 persen) menjadi 789,62.

    "IHSG bergerak positif meski dengan volume yang relatif tidak begitu besar. Sentimen dari pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan menyesuaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor penopang bagi pasar saham domestik," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa.

    Menurut dia, penurunan BBM akan merangsang kembali pertumbuhan industri di Indonesia yang akhirnya akan menggerakan perekonomian nasional untuk tumbuh. Di tengah situasi yang positif itu, investor asing pun melanjutkan aksi beli bersih sebesar Rp72,91 miliar pada perdagangan saham, Selasa ini (5 Januari 2016).

    "Mayoritas saham di BEI mengalami penguatan, kecuali saham sektor dan saham-saham lapis dua yang penguatannya cenderung masih tertahan," paparnya.

    Kendati demikian, lanjut dia, bursa saham di kawasan Asia yang bergerak bervariasi seiring dengan minimnya sentimen menjadi salah sati faktor pengatan indeks BEI cenderung terbatas. Investor kembali menimbang untuk data kinerja manufaktur dan industri di Asia terutama Tiongkok serta fokus pada geopolitik di Timur Tengah yang berkaitan dengan fluktuasi harga minyak dunia.

    Frekuensi transaksi hari ini mencapai 212.654 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,42 miliar lembar saham senilai Rp3,80 triliun. Dari seluruh saham aktif, 168 saham ditutup harganya naik, 129 saham melemah, dan 84 saham harganya tetap.

    Di bursa regional, indeks Hang Seng turun 138,40 poin (0,65 persen) menjadi 21.188,72, indeks Nikkei melemah 76,98 poin (0,42 persen) ke level 18.374,00, dan Straits Times melemah 9,93 poin (0,35 persen) ke posisi 2.826,04.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.