BEI Ajak Masyarakat Menabung Saham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang dan trader Indonesia meniup terompet pada hari terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan penjualan saham untuk tahun 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Pialang dan trader Indonesia meniup terompet pada hari terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan penjualan saham untuk tahun 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak masyarakat ikuti program Yuk Menabung Saham. Program tersebut diadakan melihat kebiasaan yang sedang tumbuh di masyarakat Indonesia saat ini.

    Dengan menabung saham minimal 1 lot atau sebesar Rp 100 ribu masyarakat menengah juga mampu ikut menjadi bagian pemilik saham dari emiten tertentu. "Kebiasaan menabung kan sedang digalakan, nah dengan program menabung saham juga masyarakat bisa ikut memiliki sebagian kecil saham dari emiten tertentu," ujar Hari Mulyono, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia biro Bandung, Selasa, 5 Januari 2016.

    Pembelian pun sangat ringan di angka Rp 100 ribu. Kata Hari, setiap bulan bisa disetorkan secara langsung atau langsung terhubung ke rekening yang dipilih. "Tabungan ini Jangka panjang memang sekitar 3 tahun, setelah sekian tahun maka nilai saham milik kita sudah tinggi," ujar Hari.

    Hingga akhir 2015, jumlah investor di indonesia tercatat sebanyak 434.443 investor yang terdiri dari 422.753 investor Individual, 11.690 investor dari institusi. Jumlah tersebut masih kecil dibandingkan negara lain. Pertumbuhan investasi di Indonesia sedang mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2013-2014. Tahun tersebut merupakan tahun terbaik selama beberapa tahun kebelakang.

    Menurut Hari, ikut berinvestasi dalam bursa saham bisa membantu meningkatkan perekonomian negara. Hal tersebut juga bisa dilihat dari beberapa negara dengan tingkat korupsi rendah maka tingkat investasi negara tersebut tinggi. Itu disebabkan dengan berinvestasi maka transparasi pendapatan juga akan menghindarkan suatu intansi atau individual melewatkan Wajib pajak.

    Ia juga mengungkapkan bahwa dengan mengikuti program yuk menabung saham, memang masyarakat tidak dengan cepat mendapat keuntungan. Hal ini membutuhkan kesabaran dan keberanian dalam bermain saham, namun program ini dirasa efisien untuk membantu perekonomian dalam jangka panjang.

    "Misal kita investasi untuk 3-4 tahun kedepan dengan rencana biaya sekolah anak, dengan nilai saham yang semakin tinggi maka keuntungan yang didapat juga bisa untuk biaya tersebut," katanya.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?