Kontraktor Mengaku Lebih Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pekerja saat membangun terowongan untuk MRT. Dalam prosesnya pihak kontraktor mengerahkan bor raksasa canggih, yang dapat menggali terowongan untuk membangun stasiun MRT. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia noviansyah

    Aktivitas pekerja saat membangun terowongan untuk MRT. Dalam prosesnya pihak kontraktor mengerahkan bor raksasa canggih, yang dapat menggali terowongan untuk membangun stasiun MRT. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan dilakukannya proses tender sebelum diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 1 Januari 2016, Kontraktor Indonesia merasa lebih siap dalam menghadapi persaingan global dengan kontraktor asing yang akan masuk sejak diberlakukannya pasar bebas ASEAN.

    Sekertaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa mengatakan dengan pelelangan dini memungkinkan para kontraktor untuk melakukan pekerjaan lebih awal. Karena hampir sebagian besar anggaran 2016 sudah dilelang pada akhir tahun 2015 dan penandatanganan kontrak sudah harus dilakukan pada awal sampai pertengahan Januari 2016.

    “Gapensi sudah sangat siap menghadapi MEA dan tidak menjadi kendala bagi anggota Gapensi karena semua sudah dipersiapkan sebelum MEA berlaku,” tutur Andi, Jakarta, Selasa (5 Januari 2016)

    Senada dengan itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga menyatakan siap bersaing dengan kontraktor asing yang masuk melalui pasar global. Suradi memprediksi, dengan kinerja pemerintah yang dinilai bergerak dengan cepat juga mampu mempercepat penyerapan anggaran serta pertumbuhan ekonomi tahun ini.

    “Prediksi tahun 2016 masih memnjanjikan. Sepertinya serapan anggaran lebih kencang dengan banyak dibangunnya proyek infrastruktur,” ungkapnya.

    Namun begitu, Suradi memperingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi MEA karena akan ada lebih banyak proyek yang perebutkan bukan hanya oleh kontraktor dalam negeri melainkan kontraktor asing. Untuk itu, perlu penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar mampu bersaing di pasar global.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.