Dua investor Timur Tengah Tanam Modal Wisata Syariah RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengunjungi tempat wisata religi Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Selasa (21/8). ANTARA/Irwansyah Putra

    Sejumlah warga mengunjungi tempat wisata religi Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Selasa (21/8). ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua investor asal Timur Tengah akan menanamkan modal di Indonesia pada sektor wisata syariah.

    Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di Kantor Presiden seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (5 Januari 2016).

    Ma'ruf menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mendukung penuh upaya wisata halal dan wisata syariah. Dukungan pemerintah sudah terbukti dengan menggeser posisi Malaysia dari peringkat pertama dalam kategori wisata halal.

    "Kita sudah geser Malaysia, kita nomor satu. sudah terima dua tawaran investasi Saudi di Sumatra Barat dan Emirat di NTB mau dibuat wisata syariah representatif yang menarik wisatawan lebih besar lagi," kata Ma'ruf.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ikut pertemuan dengan MUI bersama Mensesneg Pratikno mengatakan Presiden ingin keberadaan investor asal Timur Tengah itu bisa mengembangkan wisata syariah yang memiliki ciri khas di tanah air.

    Tetapi Lukman tidak mengetahui siapa investor dan nilai investasi yang akan digelontorkan pemodal dari negara Arab tersebut. Ia hanya memastikan bahwa potensi wisata syariah di Indonesia sangat besar.

    "Saya pikir besar karena masyarakat kita religius dan Indonesia punya alam bagus," ujar Lukman.

    Seperti diketahui, esensi wisata syariah terletak pada usaha menyingkirkan segala hal yang dapat membahayakan bagi manusia dan mendekatkan manusia kepada hal yang akan membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungan.

    Konsep wisata syariah sendiri adalah kegiatan rekreasi yang disertai dengan nilai-nilai Islami. Pengembangan pariwisata syariah memperoleh dukungan luas baik dari pemerintah maupun dunia usaha.

    BISNIS.COM





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.