Adopsi Perangkat Lunak, Ford-Toyota Hadang Apple-Google

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja tengah mengelap mobil New Ford Focus yang dipamerkan pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo di JI Expo Kemayoran, Jakarta, 19 Agustus 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pekerja tengah mengelap mobil New Ford Focus yang dipamerkan pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo di JI Expo Kemayoran, Jakarta, 19 Agustus 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Toyota Motor Corp dan Ford Motor Co menyatakan bahwa mereka akan mengadopsi perangkat lunak yang sama untuk menghubungkan aplikasi smartphone dengan layar kendaraan dashboard.

    Mereka juga mengundang merek  lain untuk bergabung dengan mereka untuk melawan Apple Inc. dan Google untuk mengontrol mobil masa depan.

    Toyota, produsen mobil terbesar di dunia dari penjualan kendaraan, dan Ford, produsen mobil nomor dua terbesar di Amerika Serikat, mengatakan mereka akan mengadopsi software Ford SmartDeviceLink, atau SDL, sebagai standar untuk menghubungkan aplikasi smartphone dengan layar kendaraan dashboard.

    Teknologi SDL mengintegrasikan aplikasi smartphone dengan kendaraan melalui tombol dashboard, tampilan layar dan teknologi pengenalan suara.

    "Dengan menggunakan sebagai standar memproyeksikan navigasi atau aplikasi streaming musik dari smartphone, pengemudi bisa membantu Ford dan Toyota mengurangi ketergantungan pada Apple atau Alphabet Inc Google," kata pejabat perusahaan, dikutip dari Reuters, Selasa (5 Januari 2016).

    "Hal ini juga bisa menjaga kontrol yang lebih ketat terhadap data-data pelanggan dan tampilan yang bisa menggambarkan identitas merek serta nuansa dari sistem infotainment dashboard," tambahnya.

    Ford mengatakan Peugeot SA asal Prancis dan mobil Jepang Honda Motor Co, Subaru dan Mazda Motor Corp juga mempertimbangkan untuk mengadopsi SDL sebagai standar.

    "QNX Software Systems dan UIEvolution, pengembang teknologi konektivitas otomotif, juga mengadopsi SDL," kata Ford.

    QNX, sebuah unit dari Kanada Blackberry Ltd, merancang perangkat lunak sistem infotainment yang digunakan oleh 40 mobil.

    Hubungan Ford-Toyota menyusul konsorsium mobil Jerman yang membeli SINI, bisnis pemetaan mobile yang sebelumnya dimiliki oleh Finlandia Nokia.

    Daimler AG, BMW AG dan merek Audi dari Volkswagen AG, mengatakan mereka akan menggunakan SINI sebagai dasar untuk layanan konektivitas dan fitur baru.

    Pemetaan tersebut penting untuk sistem mengemudi otonom.

    ANTARA





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.