Awal 2016, Kia Belum Berencana Naikkan Harga Mobil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KIA Carens berkapasitas mesin 2.000 cc. Rasio konsumsi bahan bakar MPV ini adalah 1:12 kilometer. Carens berkapasitas kursi untuk 5-7 penumpang. Harga mobil ini ada di kisaran Rp 249 juta. Autoevolution.com

    KIA Carens berkapasitas mesin 2.000 cc. Rasio konsumsi bahan bakar MPV ini adalah 1:12 kilometer. Carens berkapasitas kursi untuk 5-7 penumpang. Harga mobil ini ada di kisaran Rp 249 juta. Autoevolution.com

    TEMPO.COJakarta - Agen tunggal pemegang merek Kia di Indonesia, PT Kia Mobil Indonesia (KMI), belum punya rencana menaikkan harga pada 2016. "Kia belum menaikkan harga dan sejauh ini belum ada rencana," kata Manajer Hubungan Masyarakat KMI Lawindri Liu saat dihubungi Antaranews di Jakarta, Selasa, 5 Januari 2016.

    Menurut Lawindri, Kia masih mempelajari dan mencermati situasi ekonomi nasional, termasuk nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Tingkat inflasi dan proyeksi acuan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian.

    "Kami masih mempelajari situasi saat ini juga, dari kondisi perekonomian nasional dan lain-lain," ujarnya.

    Jika kondisi memungkinkan, kata Lawindri, tidak tertutup kemungkinan Kia menyesuaikan harga. Apalagi bila dirasa perlu sebagaimana dilakukan pada 2015.

    KMI memasarkan sedikitnya tujuh model kendaraan penumpang di Indonesia. Berikut ini daftar harga sementara mobil Kia untuk OTR Jakarta.

    1. Morning Rp 148.500.000 
    2. All New Picanto Rp 171.650.000 (transmisi manual) dan Rp 185.650.000 (transmisi otomatis)
    3. New Picanto Platinum Rp 205.650.000
    4. All New Rio Rp 224.650.000 (manual) dan Rp 238.650.000 (otomatis)
    5. New Rio Platinum Rp 260.650.000
    6. New Sportage Rp 337.000.000-453.500.000 untuk empat varian berbahan bakar bensin dan Rp 425 juta untuk varian bermesin diesel
    7. All New Sorento Rp 487 juta (bensin) dan Rp 525 juta (diesel)

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.