Harga Ekspor Sawit Turun, Kakao Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Rahim Gani, 32 tahun, saat bekerja di perkebunan kelapa sawit di Felda Bukit Cerakah, distrik Klang, Kuala Lumpur, 16/4. Reuters/Samsul Said

    Abdul Rahim Gani, 32 tahun, saat bekerja di perkebunan kelapa sawit di Felda Bukit Cerakah, distrik Klang, Kuala Lumpur, 16/4. Reuters/Samsul Said

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah telah menetapkan harga referensi untuk ekspor produk hutan periode Januari 2015. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 122/M-DAG/PER/12/2015 itu, harga referensi untuk ekspor sawit turun, sedangkan kakao naik.

    Harga referensi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk penetapan bea keluar periode Januari 2016 adalah US$ 578,8 per metrik ton. Angka itu turun US$ 1,49 atau 0,26 persen dari periode Desember 2015, yaitu US$ 580,37 per metrik ton.

    Harga patokan ekspor tersebut ditetapkan setelah menyikapi perkembangan harga komoditas, baik nasional maupun internasional. Rendahnya harga referensi CPO saat ini adalah akibat semakin melemahnya harga internasional untuk komoditas tersebut. 

    “Pelemahan harga internasional disebabkan semakin rendahnya harga minyak dunia dan kelebihan pasokan di pasar internasional minyak nabati dunia, terutama oleh minyak nabati dari sumber lain sebagai kompetitor CPO,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Karyanto Suprih di Jakarta, Selasa, 5 Januari 2016.

    Dengan demikian, bulan ini pun, pemerintah belum bisa memungut bea keluar dari ekspor CPO. “Harga referensi CPO saat ini masih di bawah tingkat ambang batas pengenaan bea keluar di level US$ 750 sehingga masih tetap tidak dikenakan bea keluar untuk CPO dan produk turunannya,” Karyanto menjelaskan.

    Sementara itu, harga referensi biji kakao meningkat US$ 79,67 atau 2,45 persen dari US$ 3.258 per metrik ton menjadi US$ 3.337,67 per metrik ton. Hal ini berdampak pada penetapan harga patokan ekspor biji kakao yang juga naik sebesar US$ 78 atau 2,6 persen dari US$ 2.952 per metrik ton pada periode Desember 2015 menjadi US$ 3.029 per metrik ton.

    Bagaimanapun juga, bea keluar biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10 persen.

    PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!