Analis: IHSG Diprediksi Tetap di Zona Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset dari PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pada perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan berada pada rentang support 4.485-4.500 dan resistan 4.585-4.615. Reza mengatakan adanya pelemahan membuat laju IHSG cenderung tertahan kenaikannya sehingga menyimpan potensi pelemahan lanjutan.

    "Terkecuali terdapat adanya aksi beli yang cukup besar, maka dapat mendorong IHSG kembali naik. Jika aksi jual tidak dibendung, secara bertahap laju IHSG dapat menuju utang gap 4.409-4.429. Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," kata Reza Priyambada dalam siaran tertulisnya pada Selasa, 5 Januari 2016.

    Pada pembukaan perdagangan Pasar Modal 2016 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo kemarin, IHSG justru melemah hingga akhir perdagangan, berbeda saat IHSG ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di akhir 2015 yang mampu berakhir di zona hijau.

    Kemarin, IHSG ditutup di zona merah di angka 4.525,919, atau melemah sebesar 67,089 poin atau 1,461 persen. Meski sempat menyentuh level tertinggi di angka 4.603,671, IHSG juga menyentuh level terlemahnya di angka 4.525,919.

    Menurut Reza, melemahnya laju IHSG itu bukan disebabkan siapa yang membuka perdagangan, tapi karena kondisi fundamental yang ada. Seperti laju pasar obligasi dalam negeri, laju rupiah, hingga pasar global yang kompak cenderung mengalami pelemahan.

    "Siapa pun yang membuka perdagangan di awal tahun, jika memang kondisi di sekitar IHSG sedang kurang baik, akan tetap terjadi penurunan," ujarnya.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.