Kementerian PUPR Teken Kontrak Infrastruktur Rp 9,3 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja blusukan di proyek pembangunan infrastruktur Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Desember 2015. Jalur yang dilalui kereta bandara ini sepanjang 36,3 kilometer dari stasiun Manggarai-Duri-Batu Ceper-Soekarno Hatta. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja blusukan di proyek pembangunan infrastruktur Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Desember 2015. Jalur yang dilalui kereta bandara ini sepanjang 36,3 kilometer dari stasiun Manggarai-Duri-Batu Ceper-Soekarno Hatta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan meneken kontrak sejumlah proyek infrastruktur 2016 sebesar Rp 9,3 triliun pada pekan ini.

    Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR mengatakan nilai tersebut baru mencakup kontrak proyek untuk Direktorat Bina Marga, Sumber Daya Air dan Cipta Karya.

    “Sedangkan untuk Perumahan masih proses. Rencananya tanggal 6 dihadiri Presiden langsung,” katanya, di Kompleks Istana, Senin (4 Januari 2015).

    Basuki menerangkan dari rencana 10.000 paket kontrak, sebanyak 6.000 paket telah ditender. Adapun, dia mengatakan penandatangan kontrak yang akan segera berlangsung tersebut mencakup 1.000 paket.

    Dengan penandatangan kontrak tersebut, dia memperkirakan penyerapan anggaran pada Januari mencapai 5-6%. Selain kontrak itu, dia mengatakan ada multiyear contract dari tahun sebelumnya yang prosesnya baru dilakukan tahun ini.

    Adapun, pada tahun-tahun sebelumnya, dia mengatakan persentase realisasi 5-6% tersebut baru akan tercapai pada Mei atau Juni.

    “Nah ini kami tarik ke Januari dengan percepatan tender dimulai pada September-Oktober tahun lalu,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.