Jumat, 23 Februari 2018

Jam Tangan Kayu Ciptaan Anak Muda Bandung Ini Banyak Diburu

Oleh :

Tempo.co

Senin, 4 Januari 2016 18:04 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jam Tangan Kayu Ciptaan Anak Muda Bandung Ini Banyak Diburu

    Jam tangan kayu di pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, 23-27 Desember 2015. (TEMPO/ANWAR SISWADI)

    TEMPO.CO, Bandung - Sekumpulan lulusan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung 2015 memproduksi jam tangan kayu khusus anak muda. Tak semuanya berbahan kayu, pemakainya bisa memakai tali pengikat (strap) bergantian seperti berbahan kulit atau kain tenun. Penjualan rata-rata per bulan kini 80-100 buah jam tangan.

    Jam tangan bermerek Woodka itu meluncur sejak Januari 2013. Usaha ini dibangun sebelas mahasiswa SBM ITB angkatan 2012. Namun kini tinggal sembilan orang yang menjalankannya. "Sampai sekarang, sudah lebih dari 40 model jam tangan kayu diciptakan," ujar Shavira Mayola, 21 tahun, pendiri dan anggota staf pemasaran jam tangan kayu itu.

    Sejak awal, mereka menyasar kalangan anak muda berusia 18-25 tahun. Harga jam disesuaikan dengan modelnya, mulai Rp 695 ribu hingga Rp 795 ribu per buah. Walau cukup mahal bagi anak muda kebanyakan, jam tangan kayu itu tetap digandrungi. "Penjualan sudah sekitar 5.000 jam," ucap Vira—panggilan Shavira.

    Setiap dua atau tiga bulan sekali, mereka mengeluarkan jam tangan kayu model baru. Begitu pula tali jam pengganti yang dijual terpisah. Tali jam berbahan kain tenun dan kulit, misalnya, dihargai Rp 150-250 ribu.

    Penjualan jam yang dibuat hasil kerja sama sejumlah pemasok bahan dan perajin itu mereka lakukan secara online. Selain dijual di website sendiri, produk mereka baru-baru ini dipasarkan situs online di Singapura dan Paris. Penjualan langsung dilakukan saat ikut pameran atau pembeli datang ke kantor mereka di Jalan Bagusrangin, Bandung.

    Selain ada Woodka, di Bandung Raya ada pembuat jam tangan kayu merek Matoa dan Kay yang tergolong baru muncul dari Kota Cimahi. Produk Kay yang dibanderol Rp 600-900 ribu seluruhnya memakai bahan kayu. Sama seperti Woodka, jenis kayu yang dipakai adalah jati, sonokeling, maple, dan eboni.

    Produsen Kay, Rizki Pebriani, menuturkan, sejak dipasarkan Mei 2015, jam tangan produksinya sudah terjual sedikitnya 250 buah hingga ke Afrika Selatan. Pembeli biasanya menginginkan untuk kado pasangan.

    ANWAR SISWADI



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.