2016, BEI Targetkan 35 Emiten Baru Melantai di Bursa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Emiten Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan tahun ini BEI optimistis akan banyak perusahaan yang membutuhkan dana untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan pasar modal.

    Karena itu, ia berharap bisa mencapai target, sebanyak 35 emiten dapat melantai di Bursa.

    “Direncanakan 35 emiten untuk tahun ini. Untuk BUMN (badan usaha milik negara), kami masih akan bicarakan lagi dengan pemerintah,” kata Samsul di BEI, Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

    Tahun lalu, BEI menargetkan bisa menjaring 22 emiten melantai di bursa. Namun hingga akhir tahun, target itu meleset dan hanya mampu menjaring 18 emiten.

    Namun Samsul tetap optimistis. Hal itu didasari karena perekonomian Indonesia secara makro diprediksi akan membaik karena didorong berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang agresif. Selain itu, Samsul juga menyikapi semangat Presiden Joko Widodo, yang pada hari ini menghadiri pembukaan perdagangan saham 2016 di Bursa Efek.

    Dalam pidatonya, Jokowi optimistis pada 2016 perekonomian Indonesia lebih baik dan dapat mendorong banyak perusahaan untuk melakukan ekspansi dengan pembiayaan melalui penawaran umum saham perdana atau IPO.

    “Kan tadi semangat Jokowi yang menjanjikan bahwa inflasi yang cukup rendah, tahun 2015 pertumbuhan masih bagus, kemudian harapan beliau terhadap dunia usaha, dan keoptimisan kepala negara, kami yakin bahwa 2016 kita akan lebih baik,” katanya.

    Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan target 35 emiten itu, di antaranya ada yang berasal dari BUMN. Namun, ia tidak menyebutkan BUMN apa yang akan mulai go public pada 2016 karena pihaknya juga sedang mengkajinya bersama Menteri BUMN.

    “Kami akan update beritanya setiap tiga bulan sekali. Tapi sekarang belum boleh bilang perusahaan itu apa saja. Yang jelas, paling tidak ada dua anak perusahaan BUMN,” kata Tito.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?