APBN 2016, Kementan Alihkan Rp 4,3 Triliun untuk Cetak Sawah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menghemat anggaran hingga Rp 4,3 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Penghematan ini, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dilakukan dalam rangka memenuhi arahan presiden. "Tiga hari kita kerja dengan eselon satu, Rp 4,3 triliun dapat kita hemat," kata Amran di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

    Pengalihan fokus anggaran ini dilakukan untuk kegiatan yang dianggap kurang efektif. Penghematan ini didapat dengan memangkas anggaran untuk pembangunan gedung baru, pembelian laptop, kendaraan, dan alat tulis. Kelebihan anggaran ini akan difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pangan.

    Menurut Amran, anggaran ini akan digunakan untuk meningkatkan program dan kegiatan komoditas strategis. Komoditas strategis ini adalah padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai, dan bawang merah. Program ini dilakukan untuk percepatan swasembada, peningkatan produksi, dan produktivitas.

    Anggaran juga akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang dimaksud berupa pembangunan embung, dam parit, penyimpanan jangka panjang (long storage), sumur tanah dangkal, dan sumber air lainnya. Pengadaan ini akan dibuat 3.500 unit dengan anggaran sebesar Rp 350 miliar.

    Selain itu, refungsi dana juga akan dipakai untuk pembangunan sawah baru sebanyak lebih dari 200 ribu hektare, pengadaan 50 ribu sapi indukan, dan pembelian 100 unit alat dan sistem mesin pertanian. 

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.