Target 10 Juta, Wisatawan Asing ke Indonesia Baru 8,8 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok turis asing dan pedagang bersaing saat mengikuti lomba balap gerobak sampah dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015.  TEMPO/Johannes P. Christo

    Kelompok turis asing dan pedagang bersaing saat mengikuti lomba balap gerobak sampah dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada November 2015 mencapai 777,5 ribu. “Angka itu naik 1,70 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada November 2014 yang tercatat sebanyak 764,5 ribu,” kata Kepala BPS Suryamin dalam siaran persnya, Senin, 4 Januari 2016.

    Bandara Ngurah Rai di Bali masih menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. BPS mencatat, jumlah kunjungan turis asing melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, pada November 2015 mencapai 262,2 ribu. Angka itu turun 10,78 persen dibanding November 2014, yaitu 293,9 ribu. Begitu pula jika dibanding Oktober 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, turun cukup besar, yaitu 28,51 persen.

    Secara kumulatif (Januari-November) 2015, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,8  juta kunjungan atau naik 3,23 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 8,52 juta kunjungan.

    Badan Pusat Statistik juga mencatat, tingkat hunian kamar di hotel berbintang di 27 provinsi pada November 2015 adalah 56,08 persen. Angka itu naik 1,63 poin dibandingkan dengan tingkat okupansi hotel pada November 2014 yang tercatat sebesar 54,45 persen.

    Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menyatakan kunjungan wisatawan asing akan meningkat drastis pada Desember yang bertepatan dengan masa libur akhir tahun dan musim dingin di negara-negara maju. “Mereka akan berlomba mencari matahari di negara tropis,” katanya.

    Yang pasti, ia optimistis data wisata pada Desember akan jauh lebih mentereng dibanding November. Indikasinya, kemacetan parah yang terjadi di awal masa liburan Natal lalu. Selain itu, menurut Asnawi, tingkat hunian hotel-hotel di daerah wisata juga naik hingga ke kisaran 75-80 persen.

    Hanya, apakah lonjakan wisatawan di akhir tahun itu cukup untuk mencapai target 10 juta kunjungan yang ditetapkan pemerintah? “Ya kita lihat saja nanti,” kata Asnawi.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.