Analis: 2016, Konsumer Masih Jadi Penopang Indeks Saham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang dan trader Indonesia meniup terompet pada hari terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan penjualan saham untuk tahun 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Pialang dan trader Indonesia meniup terompet pada hari terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan penjualan saham untuk tahun 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan tahun ini sektor konsumsi akan tetap menjadi penopang dalam perdagangan bursa. Selain dibutuhkan masyarakat, Reza juga berkaca pada pengamatannya tahun lalu bahwa sektor konstruksi yang awalnya digadang-gadang bisa unggul ternyata masih kalah oleh sektor konsumer karena kondisi makro ekonomi yang tidak mendukung.

    “Pada tahun 2015, konsumer indeksnya juga masih lebih tinggi. Jadi, untuk tahun ini, sektor konsumer seperti Unilever masih diandalkan, tapi kita juga harus melihat likuiditas dari saham-sahamnya,” kata Reza di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 14 Januari 2015.

    Sektor konstruksi, kata Reza, akan berada pada peringkat kedua, kemudian disusul sektor perbankan. "Dengan adanya percepatan anggaran dari pemerintah dan asumsi makro ekonomi, tahun ini bisa lebih stabil, ini membuat iklim ekonomi menjadi lebih kondusif."

    Perbankan bisa meningkatkan pertumbuhan interest margin. Net interest margin (NIM) tumbuh, kinerja perbankan meningkat, dan penyaluran kredit juga akan tumbuh. Terutama penyaluran kredit, jika bertumbuh, sektor utama perbankan juga akan bertumbuh. Misal sektor properti, yang jika tumbuh, juga akan menyeret bahan baku bertumbuh, seperti semen.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.