Jokowi Minta Badan Usaha Tak Ragukan Tax Amnesty  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh badan usaha untuk tidak ragu dengan regulasi tax amnesty bila nanti sudah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat.

    Bahkan Jokowi mengatakan pemerintah akan menjamin implementasi dari tax amnesty untuk menghapus keraguan sejumlah pihak terhadap rencana regulasi itu. “Nanti kalau sudah keluar tax amnesty, berbondong-bondong keluar semuanya. Tidak usah ragu seperti apa,” katanya dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 hari ini, 4 Januari 2016.

    Jokowi menambahkan, “Kalau sudah ada aturannya, pemerintah akan jamin. Saya jamin, sehingga tidak usah ragu lagi,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak semua pihak semua pihak optimistis pada tahun ini, tidak seperti tahun lalu yang banyak mengambil sikap wait and see. Dia ingin semua yakin pada tahun ini kondisi ekonomi akan lebih baik. "Rasa optimistis bahwa tahun 2016 akan lebih baik. Itulah yang ingin kita harapkan," katanya saat membuka perdagangan bursa di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

    Optimisme, kata dia, penting pada era kompetisi saat ini. Apalagi mulai tahun ini Indonesia masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Karena itu dia juga mengajak semua pihak bekerja keras dalam meraih pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, menurunkan angka kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, mengatasi ketimpangan wilayah, dan mengatasi ketimpangan antara orang kaya dan miskin.

    "Saya senang dalam situasi sulit tahun 2015, pemerintah diberikan kesempatan untuk melakukan perombakan kreatif yang akan terus kita lakukan. Kalau keadaan normal kita melakukan itu, pasti banyak yang akan berteriak," kata dia. "Tapi dalam keadaan sulit, apa pun yang kita lakukan orang akan maklum."

    Di depan pelaku pasar keuangan Jokowi mengajak semua perusahaan melakukan revaluasi aset. Revaluasi aset, kata dia, jangan hanya perusahaan besar, yang menengah dan kecil juga lakukan karena akan menjadi kekuatan yang menaikkan pertumbuhan ekonomi.

    ALI HIDAYAT | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...