Potensi 404 Ribu Ton, Hasil Tangkapan Ikan Baru 11.500 Ton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ikan segar. Sxc.hu

    Ilustrasi ikan segar. Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mencatat hasil tangkapan ikan laut di wilayah ini mencapai 11.500 ton. Itu terhitung selama Januari-Desember 2015. Angka tersebut meningkat 3,8 persen dibandingkan dengan 2014 yang  mencapai11.077 ton.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang M. Nasri Abdul Wahid di Malang mengatakan produktivitas tangkapan masih bisa dioptimalkan. Sebab, potensi perikanan di pesisir pantai laut selatan Kabupaten Malang cukup besar, yakni mencapai 404 ribu ton per tahun.

    "Produktivitas tangkapan ikan laut tahun ini memang ada peningkatan. Namun kalau kita melihat potensi yang ada, masih sangat jauh, bahkan potensi hasil tangkapan kurang dari 3 persen. Minimnya hasil tangkapan jika dibandingkan dengan potensi yang ada tersebut disebabkan berbagai hal, termasuk peralatan," kata Nasri, Senin, 4 Januari 2016.

    Selain peralatan tangkap, Nasri berujar, hambatan lainnya adalah keberadaan kapal nelayan yang rata-rata kapal kecil. Akibatnya, sarana ini tidak sanggup mengeruk potensi di kawasan zona eksklusif ekonomi (ZEE). Faktor lainnya, seperti alam, yakni gelombang laut yang cukup tinggi mulai November hingga Maret, juga menjadi kendala.

    Untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan, kata Nasri, DKP memberikan bantuan kepada nelayan berupa pancing dan jaring. Namun yang terpenting adalah pembinaan terhadap nelayan yang ada di Pantai Malang selatan agar hasil perikanan tangkap nelayan bisa meningkat.

    Beberapa jenis ikan yang banyak ditemui di wilayah pesisir dan laut selatan Kabupaten Malang adalah cakalang, tuna, dan ikan layang. Ikan tuna hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Malang merupakan yang terbaik dan harganya cukup tinggi, yakni Rp 35-40 ribu per kilogram di tingkat nelayan.

    ANTARA





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?