Perdagangan Kembali Dibuka, IHSG Diperkirakan Kembali Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pialang dan trader berfoto selfie dalam penutupan lantai bursa di Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    Beberapa pialang dan trader berfoto selfie dalam penutupan lantai bursa di Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah libur akhir tahun, hari ini perdagangan bursa kembali dibuka. Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berada pada rentang support 4565-4583 dan resistan 4608-4612. White marubozu menuju area Upper Bollinger Band (UBB ). 

    "Kami pun masih berharap, di awal tahun, aksi beli masih dapat terjadi yang juga didukung oleh sentimen-sentimen yang juga dapat memberikan kondisi pasar kondusif," kata Reza Priyambada dalam siaran tertulisnya pada Senin, 4 Januari 2016.

    Menurut Reza, laju IHSG masih akan ditentukan oleh volume perdagangan dari para pelaku pasar. Jika diasumsikan pelaku pasar masih berupaya membuat IHSG tetap bertahan di zona hijaunya, IHSG dapat berpeluang kembali mengalami kenaikan.

    Pada penutupan perdagangan Bursa pada 30 Desember 2015 lalu, IHSG berhasil ditutup di teritori positif pada angka 4.593 atau mengalami kenaikan sebesar 23,65 poin atau 0,52 persen dari pembukaan awal di angka 4.574,06. Meskipun sebenarnya dibandingkan dengan penutupan di tahun sebelumnya (yoy) mengalami penurunan sebesar 12,13 persen, yang pada 2014 ditutup di angka 5.226,947.

    "Animo pelaku pasar untuk membuat IHSG tetap bertahan di zona positif cukup besar, terutama para pelaku pasar yang masih mencoba tetap bertahan di tengah munculnya aksi-aksi jual dari pelaku pasar lainnya yang memanfaatkan kenaikan IHSG sebelumnya," ujar Reza.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.