Arus Balik, 100 Ribu Kendaraan Diprediksi Masuk Jalan Tol Cikarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary Jasa Marga Mohammad Sofyan memprediksi akan terjadi kepadatan arus kendaraan yang melalui gerbang tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Menurut dia, kendaraan pada arus balik yang akan masuk diperkirakan mencapai seratus ribu kendaraan atau meningkat 33 persen dibanding hari biasa.

    Berdasarkan catatan Jasa Marga, kendaraan yang melalui gerbang tol Cikarang Utama pada Sabtu kemarin mencapai 93.477 kendaraan. "Ini lebih tinggi 24 persen dibanding jumlah kendaraan yang masuk harian sebesar 75 ribu kendaraan," ucap Sofyan, Ahad, 3 Januari 2016.

    Sementara itu, kendaraan dari arah Bogor, Puncak, dan Ciawi yang masuk ke Jakarta melalui gerbang tol Cimanggis Utama pada Sabtu kemarin mencapai 80.604, naik 9 persen dibanding hari normal. Saat normal, kendaraan yang melalui gerbang tol Cimanggis Utama hanya 74 ribu.

    "Sebanyak 51 persen atau 41 ribu kendaraan memasuki Jakarta mulai pukul 14.00 hingga 22.00," ujar Sofyan. Pada hari ini, dia memperkirakan kendaraan yang melalui gerbang tol Cimanggis Utama menuju Jakarta mencapai 85 ribu atau naik 15 persen.

    Hari ini diprediksi menjadi puncak arus balik libur Natal dan tahun baru. Jasa Marga telah menyiapkan berbagai cara untuk mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan kendaraan, di antaranya mengutamakan lalu lintas arus balik dari arah jalan tol yang keluar ke jalur Arteri dengan melakukan sistem buka-tutup untuk kendaraan yang akan masuk jalan tol.

    Selain itu, Jasa Marga akan memberlakukan sistem buka-tutup fasilitas tempat istirahat agar tidak mengganggu jalur utama, menyiapkan contra flow pada lalu lintas yang padat, memperbanyak petugas operasional di gerbang tol, mengoptimalkan penggunaan gerbang tol otomatis, dan mengarahkan lalu lintas dari jalan tol ke jalan Arteri jika terjadi kepadatan.

    AMIRULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.