2016, Ditjen Pajak Beralih ke Pembayaran Pajak Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menunggu antrean untuk menyerahkan SPT di kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Satu, Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah warga menunggu antrean untuk menyerahkan SPT di kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Satu, Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan bahwa proses pembayaran pajak akan dialihkan ke sistem online. "Agar lebih memudahkan bagi wajib pajak dengan transaksi elektronik dan bisa menjaga kebenaran data," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Mekar Satria Utama lewat pesan pendek, Jumat, 1 Januari 2015.

    Pembayaran pajak online ini melalui sistem e-Billing. Wajib pajak mendaftar di alamat http://sse.pajak.go.id dengan memasukkan nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan alamat emailnya. Wajib pajak lalu mengisi data setoran pajak pada situs itu.

    Setelah itu, wajib pajak akan mendapatkan kode billing yang dipakai untuk membayar di teller bank, ATM, MiniATM, atau internet banking. Jika transaksi pembayaran sukses, maka wajib pajak akan menerima bukti penerimaan negara. Fungsinya sama dengan surat setoran pajak.

    Selain memudahkan wajib pajak, manfaat dari e-Billing yaitu pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. e-billing juga dapat menghindari kesalahan transaksi atau ketidakcocokan transaksi. Serta transaksi secara real-time sehingga data langsung tercatat di sistem Ditjen Pajak.

    "Harapan kami supaya semakin banyak wajib pajak yang menggunakan e-Billing," ujar Mekar. Ia melanjutkan, Ditjen Pajak akan membantu wajib pajak di pasar tradisional dan wajib pajak yang belum terbiasa dengan transaksi keuangan elektronik.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.