Libur Panjang, Harga Tiket Pesawat Rute Ternate Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiket pesawat terbang

    Tiket pesawat terbang

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga tiket sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke Ternate, masih mengalami kenaikan pada libur panjang perayaan tahun baru, menyusul tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara tersebut.

    "Tiket pesawat yang masih ada dari Ternate ke sejumlah kota lainnya di Indonesia, hanya untuk kelas bisnis karena ekonomi semuanya telah habis dibeli," kata seorang pengelola biro perjalanan di Ternate, Ella Putri, di Ternate, Jumat, 1 Januari 2016.

    Harga tiket kelas bisnis itu naik jika dibandingkan dengan harga saat ini untuk Ternate-Jakarta misalnya, pesawat Garuda Indonesia harga tiketnya yang semula Rp 1,6 juta naik menjadi Rp 2,7 juta.

    Begitu pula untuk tiket pesawat Sriwijaya Air rute Ternate-Jakarta yang semula Rp 1,9 juta menjadi Rp 2,8 juta dan rute Ternate-Makassar naik dari Rp 840 ribu menjadi Rp 1,4 juta.

    Kenaikan serupa juga terjadi pada rute jarak dekat, seperti Ternate-Manado untuk pesawat Garuda naik dari Rp 390 ribu menjadi Rp 675 ribu, sedangkan Sriwijaya Air naik dari Rp 400 ribu menjadi Rp 800 ribu.

    Begitu pula, tiket untuk penerbangan lokal seperti Ternate-Labuha dari Rp 375 ribu menjadi Rp 450 ribu dan Ternate-Halmahera Timur mengalami kenaikan mencapai di atas 30 persen.

    "Kalau tiket pesawat kelas bisnis yang masih ada, diprakirakan beberapa hari ke depan juga akan habis karena warga Maluku Utara yang ingin mengantarkan anaknya untuk sekolah ke daerah lain banyak da memilih jasa penerbangan," kata Ella.

    Kendati peminat jasa transportasi udara untuk hari libur sekolah tahun ajaran 2015-2016 diperkirakan meningkat, perusahaan penerbangan nasional yang membuka rute penerbangan dari dan ke Ternate sejauh ini belum merencanakan menambah frekuensi penerbangan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.