Jelang MEA 2016, Industri Elektronik Indonesia Masih Lemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung ASEAN di Jakarta.Tantangan Bahasa Indonesia di Masyarakat Ekonomi ASEANAkhir Tahun 2015 akan menjadi Tantangan besar yang akan dihadapi, menjadi bahasa regional.foto Wisnu Agung Prasetyo(Komunika Online)

    Gedung ASEAN di Jakarta.Tantangan Bahasa Indonesia di Masyarakat Ekonomi ASEANAkhir Tahun 2015 akan menjadi Tantangan besar yang akan dihadapi, menjadi bahasa regional.foto Wisnu Agung Prasetyo(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean mulai 2016. Namun, masih ada beberapa catatan terkait kekuatan industri Tanah Air. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Bachrul Chairi mengatakan, industri elektronik di Indonesia masih lemah.

    Menurut dia, hal itu disebabkan masih mahalnya biaya produksi di Indonesia. "Bukannya tidak kuat, tetapi memang biaya produksi sekarang masih cukup tinggi," kata Bachrul di TDR Technology Center, Kamis, 31 Desember 2015.

    Selain itu, Bachrul mengatakan biaya logistik yang mahal juga menjadi penyebab industri elektronik Indonesia kalah bersaing. Padahal, secara teknologi Indonesia sudah bisa bersaing di pasar internasional. Masalah lainnya adalah masih sedikit investor di bidang elektronik yang mau menanamkan modalnya di Indonesia.

    "Masih dianggap belum begitu nyaman dibandingkan di vietnam di malaysia karena masalah infrastruktur dan perizinan," kata dia.

    Untuk itu, Bachrul mengatakan Kementeriannya tengah melakukan penyederhanaan dan deregulasi secara terus menerus untuk menarik investor. "Kalau perlu 200 paket kebijakan ekonomi dilakukan supaya bisa bersaing," katanya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.