Dorong Budi Daya Ikan 2016 Menteri Susi Bagi 100 Juta Benih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat peresmian kantor Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat peresmian kantor Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan 100 juta ekor benih selama 2016 guna dibagikan kepada masyarakat maupun ditebar ke alam (restocking).

    “Target produksi perikanan budi daya tahun depan 19,5 juta ton yang diperkirakan butuh lebih 101 miliar ekor benih. Sebanyak 100 juta ekor akan kami berikan ke masyarakat dan ditebar ke alam untuk memperkaya atau menambah stok ikan di alam,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Kamis (31 Desember 2015).

    Pemerintah, ujar dia, mendorong perikanan budi daya yang berkelanjutan. Salah satunya adalah melalui kegiatan restocking yang diyakini ramah lingkungan, efektif, dan efisien.

    “Benih yang diproduksi harus merupakan hasil pembenihan dengan kualitas yang dijaga,” ujar Slamet.

    Menjelang tutup tahun 2015, kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti itu menebar 10.000 ekor benih kakap putih di perairan Batam, Kepulauan Riau. Benih-benih kakap putih itu merupakan produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB yaitu Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

    Slamet berharap masyarakat dan nelayan dapat mendukung praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan. Salah satu langkah nyata adalah dengan menangkap ikan yang hanya untuk ukuran konsumsi, bukan ikan yang sedang bertelur.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.