Berlaku 1 Januari 2016, Ini Tarif Baru Kereta Bersubsidi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang membeli tiket kereta api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Maret 2015. PT KAI sebelumnya telah menurunkan tarif pada 1 Maret 2015, namun penurunan tersebut hanya berlaku hingga 31 Maret 2015. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Sejumlah penumpang membeli tiket kereta api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Maret 2015. PT KAI sebelumnya telah menurunkan tarif pada 1 Maret 2015, namun penurunan tersebut hanya berlaku hingga 31 Maret 2015. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengubah tarif kereta api dengan subsidi dari dana kewajiban pelayanan publik mulai 1 Januari 2016.

    Dalam siaran pers, Kamis, 31 Desember 2015, Wakil Presiden Hubungan Publik PT KAI Agus Komarudin mengatakan penyesuaian tarif dilakukan setelah penandatanganan kontrak kewajiban pelayanan publik Rp 1,8 triliun untuk 2016.

    Setelah penyesuaian, tarif kereta ekonomi lokal Cibatuan (Purwakarta-Cibatu) naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000, kereta Sibinuang (Padang-Pariaman) dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, Pangrango Ekonomi (Cianjur-Sukabumi) dari Rp10.000 menjadi Rp13.000, dan KRD Surabaya Kota-Porong dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 mulai 1 Januari 2016.

    Tarif KRD Lokal (Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi-Bojonegoro) naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000, KRD Lokal (Sidoarjo-Bojonegoro) dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000, komuter Surabaya Pasar Turi-Lamongan naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 dan komuter Surabaya-Sidoarjo naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000.

    Sementara tarif kereta rel listrik ditetapkan berdasarkan jarak tempuh dengan tarif jarak 0 sampai dengan 25 kilometer pertama naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 mulai 1 Oktober 2016.

    "Kelas eksekutif pada KA Pangrango mulai 1 Januari 2016 ditiadakan. Penumpang yang telah membeli kelas eksekutif pada KA Pangrango, maka dialokasikan pada kelas ekonomi dan selisih bea akan dikembalikan kepada penumpang," kata Agus.

    PT KAI akan mengembalikan selisih tarif kepada calon penumpang yang telah membeli tiket kereta-kereta yang tarifnya berubah sesuai ketentuan.

    "Bagi calon penumpang yang memesan tiket dengan tarif lebih mahal dari harga setelah adanya perubahan tarif, uang selisih akan dikembalikan kepada peumpang tersebut di stasiun pemberhentian dengan cara menunjukkan tiket," katanya.

    Jika harga tiket saat pemesanan lebih murah dari harga tiket setelah perubahan tarif, ia melanjutkan, calon penumpang tidak akan dikenai biaya tambahan.



    Subsidi baru

    Agus menjelaskan bahwa ada tujuh kereta yang tarifnya turun karena sekarang mendapat subsidi, termasuk di antaranya Kereta Api (KA) Tegal Ekspress, yang tarifnya turun menjadi Rp 50.000 dari sebelumnya Rp 80.000.

    Selain itu ada KA Maharani yang tarifnya menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp80.000, KA Sri Lelawangsa yang tarifnya turun dari Rp 10.000 menjadi Rp5.000, dan KA Kedungsepur yang tarifnya turun dari Rp 20.000 menjadi Rp 10.000.

    Tarif KRD Way Umpuh juga turun menjadi Rp10.000 dari Rp 20.000, KA Purbowangi turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 32.000 dan KA Rangkasjaya turun dari Rp15.000 menjadi Rp15.000.

    Namun ada beberapa kereta yang tidak lagi disubsidi pada 1 April 2016 karena biaya operasi lebih rendah dari tarif yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan.

    Kereta yang tidak lagi mendapat dana kewajiban pelayanan publik di antaranya KA Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi), KA Kutojaya Utara (Pasar Senen-Cirebon-Kutoarjo), KA Progro (Lempuyangan-Pasar Senen), KA Tawang Jaya (Semarang Poncol-Pasar Senen) dan KA Tegal Arum (Tegal-Pasar Senen).

    Pemerintah mengucurkan dana kewajiban pelayanan publik bidang angkutan kereta api pelayanan kelas ekonomi tahun ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,8 triliun untuk tahun 2016 atau naik 20 persen dari anggaran 2015.

    Dana itu dialokasikan untuk subsidi kereta jarak jauh Rp 105 miliar, kereta jarak sedang Rp133 miliar, kereta jarak dekat Rp 409 miliar, KRD Rp 66 triliun, kereta Lebaran Rp 1,4 miliar dan kereta rel listrik Rp1,1 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.