12 Hal yang Mesti Diketahui Soal MEA, Apa Tantangannya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari tampil dalam upacara pembukaan KTT ASEAN ke-25, di Convention Centre Myanmar International, Naypyitaw, Myanmar, 12 November, 2014. Tarian tersebut diisi oleh para penari multi etnis dengan pakaian khas dari masing-masing negara peserta ASEAN. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Penari tampil dalam upacara pembukaan KTT ASEAN ke-25, di Convention Centre Myanmar International, Naypyitaw, Myanmar, 12 November, 2014. Tarian tersebut diisi oleh para penari multi etnis dengan pakaian khas dari masing-masing negara peserta ASEAN. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) merilis data tentang 12 hal yang perlu diketahui soal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang akan diterapkan tahun depan.

    ADB memaparkan, 10 negara di Asia Tenggara berusaha meluncurkan satu pasar tunggal untuk barang, jasa, modal, dan tenaga kerja, untuk menjadi salah satu perekonomian sekaligus pasar terbesar di dunia.

    Dalam situs resminya, lembaga itu menyatakan, sedikitnya ada 12 hal yang mesti diketahui soal pemberlakuan MEA ini.

    1. Pusat gravitasi ekonomi global bergeser ke Asia, terutama Cina dan India.

    2. ASEAN menciptakan pasar tunggal MEA untuk aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil.

    3. Jika ASEAN satu negara, dia menjadi terbesar ketujuh  di dunia dengan produk domestik bruto gabungan US$ 2,4 triliun pada 2013.

    4. Dengan lebih dari 600 juta orang, potensi pasar ASEAN lebih besar dari masyarakat Uni Eropa atau Amerika Utara.

    5. ASEAN salah satu wilayah ekonomi paling terbuka di dunia dengan total ekspor barang lebih dari US$ 1,2 triliun atau hampir 54 persen dari total PDB ASEAN.

    6. ASEAN mengambil pendekatan yang lebih hati-hati untuk integrasi ekonomi regional.

    7. MEA didirikan pada empat inisiatif dasar, yakni jadi pasar tunggal dan basis produksi, peningkatan daya saing, mempromosikan pembangunan ekonomi yang adil, dan integrasi ASEAN ke ekonomi global.

    8. Infrastruktur fisik ASEAN sangat penting untuk MEA dalam membangun pasar tunggal dan basis produksi.

    9. Salah satu tantangan untuk MEA adalah kesenjangan pembangunan.

    10. Sejumlah analis percaya MEA akan melewati tenggat waktu pada Desember 2015 karena sejumlah persyaratan, yakni perubahan undang-undang domestik maupun konstitusi.

    11. Fleksibilitas, yang mencirikan kerja sama ASEAN, bisa menjadi dalih ketidakpatuhan negara anggotanya.

    12. ASEAN membutuhkan rencana MEA di masa mendatang mencapai aspirasi pembangunan jangka panjang.



    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.