10 Kapal Ilegal Antre di Tenggelamkan Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api dan asap keluar dari lambung kapal nelayan asing pelaku ilegal fishing yang ditenggelamkan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, 20 Mei 2015. Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI Angkatan Laut (AL) melakukan penenggelaman puluhan kapal ikan ilegal di sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA FOTO

    Api dan asap keluar dari lambung kapal nelayan asing pelaku ilegal fishing yang ditenggelamkan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, 20 Mei 2015. Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI Angkatan Laut (AL) melakukan penenggelaman puluhan kapal ikan ilegal di sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 kapal pelaku penangkapan ikan secara ilegal dijadwalkan untuk ditenggelamkan di beberapa di titik di Tanah Air pada hari terakhir 2015 atau 31 Desember 2015.

    Rilis dari Biro Humas KKP yang diterima di Jakarta, Kamis, 31 Desember 2015, menyebutkan, Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115 akan menenggelamkan 10 kapal pelaku illegal fishing.

    Penenggelaman akan dilaksanakan pada Kamis, 31 Desember 2015, pukul 10.00 WIB atau 11.00 Wita secara serentak di empat titik lokasi penenggelaman.

    Keempat titik itu adalah di Belawan (Sumatera Utara, sebanyak satu kapal ditenggelamkan), Tarempa-Batam (Kepulauan Riau, satu kapal), Tarakan (Kalimantan Utara, dua kapal), dan Tahuna (Sulawesi Utara, enam kapal).

    Sedangkan proses penenggelaman secara seremonial akan dilangsungkan di Ruang Kendali Satgas 115 di Lantai 6, Gedung Mina Bahari I, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

    Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menambah empat armada Kapal Pengawas (KP), yakni KP Hiu 012, KP Hiu 013, KP Hiu 014, dan KP Hiu 015 untuk memperkuat pemberantasan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

    "Penambahan kapal pengawas ini untuk menekan kerugian negara akibat pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara ilegal, terutama yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanan asing," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanudin, Sabtu, 19 Desember 2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.