Rest Area Ditutup, Belilah BBM dan Makanan Sebelum Masuk Jalan Tol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di pintu tol Cikampek, Purwakarta, Jabar, 25 Juli 2014. Antrean kendaraan sekitar 4 km sebelum pintu tol hingga perempatan Jomin. ANTARA/Wahyu Putro A

    Kemacetan di pintu tol Cikampek, Purwakarta, Jabar, 25 Juli 2014. Antrean kendaraan sekitar 4 km sebelum pintu tol hingga perempatan Jomin. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) bakal menutup sejumlah tempat beristirahat (rest area) di ruas jalan tol menuju Jakarta untuk mengantisipasi kemacetan pada liburan tahun baru.

    Menurut Direktur Operasi Jasa Marga Christantio Prihambodo, penutupan rest area berlangsung pada 2-3 Januari 2016, bertepatan dengan puncak arus balik tahun baru. "Rest area ditutup karena menjadi sumber kemacetan," kata Christantio di kantornya, Rabu, 30 Desember 2015.

    Christantio berujar, lokasi yang ditutup adalah Rest Area Kilometer 97 dan Km 72 di ruas tol Purbaleunyi-Cipularang serta Rest Area Km 62 dan Km 42 ruas tol Cikampek arah Jakarta.

    Dia menuturkan gerbang masuk rest area yang dipadati kendaraan menyebabkan kemacetan di ruas tol tersebut. Bahkan, karena rest area terlalu penuh, tidak jarang pengendara memarkir mobilnya di bahu jalan dekat lokasi sehingga menghambat kendaraan lain.

    Agar tidak bergantung pada rest area, Christantio mengimbau pengguna kendaraan mempersiapkan diri dan mobilnya, utamanya kecukupan bahan bakar. “Bawa minuman dan makanan yang cukup untuk perbekalan,” katanya.

    Jasa Marga juga meminta bantuan polisi untuk berpatroli dan menempatkan personel di titik rawan macet. “Tidak boleh ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Kalau ada, langsung diderek,” ucap Christantio.

    PRAGA UTAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.