Instruksi Jokowi: Jalan Tembus Wamena-Duga Selesai 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, berbicara dengan mantan Presiden RI BJ Habibie dalam acara peresmian gedung baru KPK di Jakarta, 28 Desember 2015. Foto : Setpres

    Presiden Joko Widodo, berbicara dengan mantan Presiden RI BJ Habibie dalam acara peresmian gedung baru KPK di Jakarta, 28 Desember 2015. Foto : Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan pengerjaan jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Duga sepanjang 170 kilometer dapat diselesaikan pada 2016.

    "Kalau tidak tembus, saya marah ke Menteri PU," kata Presiden Jokowi dalam acara bakar batu bersama masyarakat Jayawijaya di Lapangan Pendidikan Wamena Kabupaten Jayawijaya, Rabu, 30 Desember 2015.

    Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

    Presiden Jokowi menyebutkan, kehadirannya di Wamena merupakan yang kedua setelah kehadiran pertama pada 27 Desember 2014.

    "Desember tahun depan, saya ingin lihat tembusnya jalan darat dari Wamena ke Duga. Kita harapkan dengan adanya jalan itu, harga-harga di Wamena dan wilayah pegunungan tengah Papua lainnya jauh lebih murah lagi," kata Presiden.

    Presiden menyebutkan, sudah memerintahkan Menteri PUPR, agar tahun depan jalan itu tembus, dengan bantuan dari TNI.

    "Memang medan berat, tapi kalau dibantu TNI, nanti aspal langsung masuk sehingga saya hadir tahun depan sudah bisa mencoba jalan darat," kata Presiden.

    Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga berpesan pula, agar aparat pemerintah di daerah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengatakan bahwa untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Jayawijaya sudah memiliki gedung berlantai tujuh yang dapat segera diresmikan penggunaannya.

    "Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun terminal Bandara Wamena sehingga bermanfaat untuk masyarakat di kawasan tengah pegunungan di Papua," katanya menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.