Satgas Illegal Fishing Tenggelamkan 10 Kapal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Satgas 115, Mas Achmad Santosa (kiri), Laksamana Madya Widodo (tengah) dan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti saat peresmian kantor Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) di lantai 6 GMB 1, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Pimpinan Satgas 115, Mas Achmad Santosa (kiri), Laksamana Madya Widodo (tengah) dan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti saat peresmian kantor Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) di lantai 6 GMB 1, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta -Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115 berencana menenggelamkan 10 kapal pelaku illegal fishing pada Kamis 31 Desember 2015. Penenggelaman akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB atau 11.00 WITA.

    Penenggelaman kapal akan dilakukan secara serentak di empat lokasi. Empat lokasi tersebut adalah Belawan, Medan, Sumatera Utara (1 kapal), Tarempa, Batam, Kepulauan Riau (1 kapal), Tarakan, Kalimantan Utara (2 kapal), Tahuna, Sulawesi Utara (6 kapal). Seremoni penenggelaman akan dilangsungkan di Ruang Kendali Satgas 115 di Lantai 6, Gedung Mina Bahari I Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

    Pembentukan Satgas 115 bertanggung jawab dalam mengembangkan dan melaksanakan operasi penegakan hukum dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal. Satgas ini digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan personel dan peralatan operasi milik KKP, TNI AL, Polri, Kejaksaan Agung, Bakamla, SKK Migas, PT Pertamina, dan institusi terkait.

    Pembentukan Satgas 115 tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115/2015 tentang Satgas Pemberantasan Penangkapan Iklan Secara Ilegal atau illegal fishing yang diundangkan pada 20 Oktober 2015.

    ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?