Arus Balik, 521 Ribu Kendaraan Bakal Masuk Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan terjebak macet saat melintasi Tol Dalam Kota arah Tol Cikampek di Gatot Subroto, Jakarta, 24 Desember 2015.  ANTARA /M Agung Rajasa

    Ribuan kendaraan terjebak macet saat melintasi Tol Dalam Kota arah Tol Cikampek di Gatot Subroto, Jakarta, 24 Desember 2015. ANTARA /M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan usaha milik negara pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero), memprediksi sebanyak 521.722 kendaraan bakal kembali masuk Jakarta seusai libur tahun baru. Puncak arus balik diperkirakan bakal terjadi pada 2-3 Januari 2016.

    "Kenaikan rata-rata volume lalu lintas akan mencapai 5 persen di seluruh gerbang tol di wilayah operasi kami," kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman di kantornya, Rabu, 30 Desember 2015.

    Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan volume lalu lintas pada libur Maulid Nabi dan Natal 23-24 Desember lalu.

    Peningkatan volume terbesar diproyeksikan terjadi dari arah timur via JalanTol Cikampek-Jakarta. Jasa Marga memperkirakan kendaraan dari arah Bandung (lewat Jalan Tol Cipularang) dan Cirebon (lewat Jalan Tol Cipali) sebanyak 186 ribu kendaraan. Jumlah ini lebih tinggi 26,44 persen dibandingkan dengan hari biasa.

    Untuk mengantisipasi kemacetan parah di Jalan Tol Cikampek, Jasa Marga bersama kepolisian menyiapkan sejumlah skenario. Pertama, pemisahan titik pertemuan arus dari Jalan Tol Cipularang dengan arus dari Cikampek. "Kami akan memasang barikade rubber cone supaya kendaraan tidak saling memotong."

    Kedua, di kilometer 65-50 Jalan Tol Cikampek-Jakarta akan dilakukan contraflow sehingga ruas jalan yang hanya tiga bertambah menjadi empat. "Tapi ini situasional, hanya jika mulai terjadi penumpukan," ujar Adityawarman. Tujuan penerapan contraflow ini supaya arus kendaraan tetap mengalir. "Jangan sampai stuck seperti kemarin."

    Langkah ketiga yang dilakukan adalah penutupan rest area di sepanjang jalan tol. Setidaknya, ada empat titik rest area yang ditutup, yakni di kilometer 97 dan 72 Jalan Tol Cipularang, serta kilometer 62 dan 42 Jalan Tol Cikampek. Adityawarman mengakui rest area adalah sumber kemacetan gara-gara banyak pengguna jalan yang hendak beristirahat. "Makanya, sebelum terjadi kemacetan, rest area akan ditutup oleh polisi."

    Jalur lain yang bakal banyak dilalui kendaraan adalah Jalan Tol Jagorawi. Di jalur yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor dan kawasan Puncak ini, jumlah kendaraan yang akan kembali ke Ibu Kota seusai tahun baru 2016 diprediksi sebanyak 164.570 unit atau meningkat 3,11 persen.

    Namun untuk ruas Jagorawi, Jasa Marga tidak banyak memberlakukan rekayasa. "Soalnya, kemacetan biasanya terjadi di luar jalan tol, seperti selepas pintu Jalan Tol Ciawi." Selain itu, kondisi lalu lintas di Jagorawi juga sangat dipengaruhi sistem buka-tutup arus di wilayah Puncak. Rest area di Jagorawi pun tak pernah menjadi sumber macet.

    Namun, Adityawarman menambahkan, tetap saja di seluruh jalan tol, Jasa Marga bakal meningkatkan kapasitas gardunya, terutama di pintu keluar. "Jumlah petugas akan ditambah supaya transaksi bisa lebih cepat. Kami juga mengimbau pengguna untuk menyiapkan uang pas untuk memangkas durasi transaksi," ujarnya.

    Adapun di beberapa titik gerbang tol, Jasa Marga akan menerapkan sistem jemput kendaraan. Nantinya, petugas akan ditempatkan di jalur antrean untuk membantu pemberian tiket dan transaksi kepada pengguna jalan tol. Jika antrean sudah lebih dari 5 kilometer, gerbang tol otomatis akan dibuka untuk transaksi manual.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.