Tahun Depan Bulog Impor 200 Ribu Ton Gula  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menakar gula pasir di grosir sembako Jalan Cipaera, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10). Badan Pusat Statistik mencatat, selama Agustus 2009 harga komoditas yang naik paling tinggi adalah gula pasir impor (20,51 persen). TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja menakar gula pasir di grosir sembako Jalan Cipaera, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10). Badan Pusat Statistik mencatat, selama Agustus 2009 harga komoditas yang naik paling tinggi adalah gula pasir impor (20,51 persen). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun depan pemerintah melalui Perum Bulog akan mengimpor 200 ribu ton gula. "Itu sudah diputuskan dalam rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Senin (28 Desember 2015) lalu," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu saat dihubungi, Rabu, 30 Desember 2015.

    Wahyu menyatakan, Bulog sudah siap mendatangkan gula tersebut dari Thailand atau India. Namun perusahaan pelat merah ini masih menunggu penugasan resmi dari Kementerian Perdagangan. "Begitu suratnya keluar, kami langsung bergerak," katanya.

    Menurut Wahyu, Bulog tidak hanya berpengalaman mengimpor beras. Perusahaan yang kini dipimpin Djarot Kusumayakti ini sebelumnya juga pernah mengimpor gula. Tahun lalu misalnya, Bulog telah mengimpor sekitar 11 ribu ton gula.

    Gula yang diimpor Bulog, menurut Wahyu, tidak akan begitu saja dijual bebas hingga merusak harga pasar. Sebaliknya, Bulog baru akan melepas stoknya ketika ada gejolak harga di pasar sehingga konsumen tidak dirugikan. "Istilahnya, hanya untuk operasi pasar," kata Wahyu.

    Senin, 28 Desember 2015, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah memang akan melakukan impor untuk gula pasir dan kedelai. "Kalau gula putih pasir, kita hanya perlu impor berjaga-jaga kalau harga tidak stabil," kata Darmin setelah memimpin rapat koordinasi pangan di kantornya di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta. Nantinya, izin impor Bulog juga akan dievaluasi sesuai kondisi yang berlaku.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.