Jelang Akhir Tahun, IHSG Masih Berpeluang Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan berada pada rentang support 4.500-4.555 dan resisten 4.585-4.600. 

    "Jelang akhir tahun, laju IHSG masih berjalan sesuai dengan skenario kami, yakni masih dapat bertahan di teritori positif," kata Reza dalam siaran tertulisnya, Rabu, 30 Desember 2015.

    Menurut Reza, laju IHSG masih akan ditentukan oleh volume perdagangan dari para pelaku pasar. Jika diasumsikan pelaku pasar masih berupaya membuat IHSG tetap bertahan di zona hijau, IHSG dapat berpeluang kembali mengalami kenaikan, sekaligus menutup akhir tahun di zona hijau, meskipun secara YoY (year on year) masih membukukan pelemahan sekitar 12 persen. "Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," ujar Reza.

    Pada perdagangan kemarin, Selasa, 29 Desember 2015, IHSG terkoreksi 0,11 persen atau 5,22 poin ke level 4.552,14 di pembukaan perdagangan, setelah sebelumnya pada perdagangan Senin ditutup naik 37,70 poin atau 0,77 persen ke level 4.557,35. Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia yang tertekan dari sektor energi dan pertambangan seiring kembali melemahnya harga minyak.

    Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada level terkuat 4.569,36 dan terlemah 4.552,10. Indeks ditutup menguat 0,26 persen atau sebesar 12 poin ke level 4.569,36. Penguatan IHSG seiring dengan menguatnya bursa saham di kawasan regional Asia Pasifik.

    Meski demikian, menurut Reza, ia juga melihat mulai berkurangnya aktivitas perdagangan yang terlihat dari melambatnya nilai dan volume transaksi. Selain itu, dari intraday perdagangan cenderung lebih pelan dari sehari sebelumnya atau cenderung sideways

    Karena itu, kenaikan yang terjadi pada IHSG kemarin cenderung tipis. Adanya tarik-menarik antara pelaku pasar, yang ingin bertahan di pasar dan berharap adanya kenaikan hingga akhir tahun, dan pelaku pasar yang mencoba aksi ambil untung setelah menikmati kenaikan IHSG dalam beberapa hari terakhir membuat laju IHSG sedikit tertahan.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.