Pemerintah Impor 600 Ribu Ekor Sapi pada 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah memasukkan sapi impor kedalam sebuah truk usai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Pemerintah akan mengimpor sapi potong dari Australia sebanyak 50.000 ekor yang dikirim secara bertahap. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah memasukkan sapi impor kedalam sebuah truk usai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Pemerintah akan mengimpor sapi potong dari Australia sebanyak 50.000 ekor yang dikirim secara bertahap. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan rencana pemerintah mengimpor 600 ribu ekor sapi pada 2016 depan. "Sapi impor tahun depan untuk setahun diperkirakan 600 ribu," kata Darmin usai memimpin rapat koordinasi pangan di kantornya di Jakarta, Senin 28 Desember 2015.

    Darmin mengatakan pelaksanaan impor akan dilakukan per kuartal oleh Bulog. Impor pada kuartal pertama diperkirakan akan berjumlah sekitar 200 ribu ekor dan kuartal kedua sebanyak 150 ribu ekor. "Karena  itu  mau puasa dan Lebaran. Setelah itu dilihat  evaluasi kuartal sebelumnya," kata Darmin.

    Darmin mengatakan bahwa pemerintah juga akan mengimpor daging olahan, baik yang prime maupun yang secondary. "Kalau daging juga ada tetapi yang mengimpor Bulog. Daging paling setahun mungkin 50-60 ribu ton yang diimpor," katanya.

    Pada 2015, kata Darmin, meski sudah ditetapkan kuota daging sapi impor sebesar 12 ribu ton, realisasinya hanya 50 persen. "Tahun lalu sudah ditarget tetapi realisasinya ada yang 50 persen, bahkan 30 persen," kata Darmin.

    Rapat koordinasi ketahanan pangan ini dimulai pukul 13.30 dan selesai sekitar pukul 17.00. Rapat dihadiri beberapa menteri dan pimpinan lembaga. Mereka adalah Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, Kepala Bulog Djarot Kusumayakti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

    ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).