Sabtu, 21 Juli 2018

Badan Otoritas Pariwisata Akan Kelola 10 Destinasi Wisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kanan) mengenai rencana pengembangan kawasan wisata Mandalika saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, 12 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Wapres Jusuf Kalla (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kanan) mengenai rencana pengembangan kawasan wisata Mandalika saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, 12 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata menargetkan pembentukan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) untuk sepuluh destinasi wisata pada tahun 2016. BOP ini nantinya akan mengelola  destinasi di luar Bali sebab Bali dianggap sudah terlalu ramai. Pembentukan BOP ini dilakukan dalam rangka mewujudkan "single destination single management" untuk setiap tujuan wisata.

    "Di Danau Toba misalnya, katakanlah ada tujuh pengelola ini dikhawatirkan tidak akan bersinergi padahal infrastruktur cuma satu," kata  Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Senin, 28 Desember 2015.

    Menurut Arief, sepuluh daerah itu adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur dan sekitarnya, Gunung Bromo, Mandalika di Lombok, Pulau Komodo dan Labuan Bajo, Pulau Wakatobi, dan Pulau Morotai. Kelak diharapkan daerah wisata akan tersebar lebih merata lagi dan tidak terpusat di Bali saja.

    Penentuan sepuluh destinasi ini juga dilakukan dengan sejumlah pertimbangan khusus. Dari sepuluh daerah wisata, lima di antaranya merupakan destinasi yang tinggal direvitalisasi. Daerah ini adalah itu adalah Danau Toba, Pulau Komodo, ‎dan Candi Borobudur. 

    Sementara, tiga lainnya masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Destinasi ini adalah Tanjung Lesung, Mandalika, dan Pulau Morotai. Dari sepuluh destinasi ini juga terdapat nama baru yakni Tanjung Kelayan di Bangka Belitung. Menurut Arief, Tanjung Kelayan terkenal sejak dijadikan lokasi film Laskar Pelangi.

    BOP, Arief melanjutkan, direncanakan akan terdiri dari dewan pengarah dan dewan pelaksana. Untuk dewan pengarah akan diisi oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya. Untuk pelaksanaannya akan dilakukan di tahun 2016 mendatang, dengan Danau Toba sebagai pilot project. Adapun daerah lainnya akan dibangun secara paralel.

    Pengembangan akan dilakukan dengan mengembangkan atraksi alam, budaya, dan hiburan lainnya. Selain itu, dengan bantuan seperti Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat ,akses ke lokasi juga disediakan. Fasilitas dari daerah wisata ini juha akan dilengkapi misalnya dengan mengajak swasta untuk bisa kerja sama dalam pembangunan hotel.

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli mengatakan untuk sumber dana BOP ini bisa berasal dari APBN, sumbangan tidak mengikat, atau dari dana usaha yang mereka dapatkan. Dana usaha ini maksudnya dengan merangkul pengembang yang sudah berada di sana.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.